56 Persen Pasar Indonesia Rentan Tergeser Perubahan Teknologi

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengajak seluruh pelaku industri untuk mengimplementasikan strategi jitu menyiasati kemajuan perkembangan teknologi digital. Banyak tenaga kerja di dunia industri terancam tergeser karena kemajuan teknologi. Ketua Kompartemen Kadin Indonesia, Bob Azam mengatakan saat ini Indonesia tidak hanya bisa mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai penggerak utama ekonomi. Hal itu disebabkan salah satunya oleh perkembangan teknologi dan informasi (TI) pada hampir semua aspek.

Menurutnya, saat ini faktor utama penggerak ekonomi adalah penguasaaan teknologi dan SDM kompeten. Selain diimbangi dengan inovasi dan perbaikan iklim bisnis, faktor kunci lain untuk menyambut perubahan ini adalah penyiapan SDM kompeten. “Saat ini, 56 persen pasar kerja Indonesia rentan akan perubahan yang disebabkan oleh technology disruption,” tukasnya kepada wartawan dalam Diskusi Ketenagakerjaan, Kamis (23/11). Oleh karenanya, kata dia, program percepatan kompetensi harus mendapat dukungan dari semua pihak. Baik pelaku industri maupun masyarakat secara umum. Dia mencontohkan kemajuan teknologi terjadi di negara Eropa dan Jepang. Tak hanya di dunia industri, bahkan seluruh tenaga di rumah sudah digantikan robot. “Semua orang sudah dikit. Semua sudah pake alat. Di Jepang bahkan istri yang tidur di samping sudah diganti robot,” tukas salah satu Bos perusahaan otomotif Toyota Indonesia itu. Masalah ketidakcocokan (missed match) antara pendidikan dan lapangan kerja juga menjadi tantangan. Dia menambahkan dari 3 juta pengangguran, bahkan sebanyak 50 persennya karena masalah missed match. “Pendidikannya apa, lalu kuliahnya apa, dan kerjanya apa. Banyak missed match,” kritiknya. Hery memaparkan saat ini angkatan kerja Indonesia berjumlah 128,06 juta (BPS, Agustus 2017). Jumlah tersebut naik 2,62 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2016 sebesar 125,44 juta orang. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 0,11 persen. Pada Agustus 2016, TPT Indonesia sebesar 5,61 persen. Pada Agustus 2017, TPT Indonesia sebesar 5,50 persen. ( Kadin Ind )

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.