Bulog Pekalongan terus menyerap bawang merah petani

Bulog Pekalongan terus menyerap bawang merah petani

Bulog Pekalongan terus menyerap bawang merah petani

Tegal (Antaranews Jateng) – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional Pekalongan, Jawa Tengah, terus melakukan penyerapan bawang merah petani untuk memastikan ketersedian pangan, jangkauan, dan menstabilkan harga komoditas itu.

Kepala Perum Bulog Subdivre Pekalongan, Muhson di Tegal, Jumat, mengatakan bahwa penyerapan bawang merah para petani ini akan disesuaikan dengan kebutuhan Bulog.

“Pada prinsipnya, bulog memiliki tugas untuk memastikan ketersediaan pangan, jangkauan dan stabilisasi harga komoditas seperti bawang merah maupun beras,” katanya.

Ada pun untuk mengantisipasi anjloknya harga bawang merah, kata dia, bulog juga telah melakukan pembelian bawang merah sebesar 7,5 ton di gudang di Kecamatan Wanasari dan Klampok.

“Untuk hari (Jumat) Bulog melakukan penyerapan bawang merah dan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dengan target 10 ton dikirim ke Jakarta,” katanya.

Ia mengatakan pembelian bawang merah milik petani tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam upaya mendongkrak harga komoditas tersebut yang kini sedang anjlok sekaligus sebagai langkah stabilisasi harga.

Langkah pemerintah dalam upaya menjaga kestabilan harga bawang merah, kata dia, juga dilakukan dengan menginstruksikan para aparatur sipil negara (ASN) dan kepolisian membeli bawang merah milik para petani.

“Oleh karena, kami akan melakukan pembelian bawang merah sesuai kebutuhan Bulog agar hal itu bisa menggairah petani bawang dan tidak merugi,” katanya.

Saat ini, harga bawang merah pada tingkat petani di Kabupaten Brebes terus merosot selama dua bulan terakhir ini hingga mencapai titik terendah sekira Rp3,5 ribu per kilogram sehingga Bulog Subdivre Pekalongan melakukan pembelian komoditas itu sebesar Rp13 ribu per kilogram.***3***

(U.KR-KTD/B/B015/B015) 12-01-2018 22:12:21

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.