Dukung Penuh Nelayan Tradisional Jateng

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng berupaya menggali dan mengembangkan untuk peningkatan performa nelayan tradisional. Meskipun selama ini lebih menitikberatkan pada sektor perikanan industri termasuk pengolahannya, namun keberadaan nelayan tradisional juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk mengangkat yang ‘’kecil’’tersebut, Kadin menilai sangat penting untuk memajukan dulu yang skalanya agak besar.

Provinsi Jateng bisa disebut memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tidak kalah dengan provinsi lainnya. Komite Tetap Hubungan Industri Perikanan Kadin Jateng Bambang Wicaksono mengungkapkan, untuk nelayan berskala besar di atas 50-60 GTSDM yang dimiliki cukup luar biasa dengan peralatan yang canggih. Dari sinilah teknologi yang digunakan ini diharapkan juga bisa memompa produktivitas tangkapan laut.

‘’Sayangnya tidak punya fishing ground, nelayan kita melanglang buana kemana-mana. Untuk wilayah laut Jawa sendiri bisa dikatakan overfishing tetapi kita dari Kadin ingin mengembangkannya baik di level daerah maupun skala nasional,’’ kata Bambang. Ia mencontohkan di Juwana Pati misalnya, perkembangan untuk penangkapan ikan sangat pesat dengan alat tangkap yang beraneka ragam.

Produktifitas tangkapan ikan ini tentunya juga akan menyumbang pendapatan ke provinsi Jateng. Maka dari itu, untuk mengangkat yang kecil ini seperti nelayan tradisional termasuk yang kondisinya sangat miskin di bawah 5GT menurutnya juga diperlukan pendampingan pelatihan secara intensif. Jangan sampai yang terjadi bantuan malah salah sasaran sehingga menjadi tidak efektif.

‘’Kalau nelayan dengan kapal di atas 30GT dikembangkan lagi otomatis lapangan pekerjaan bertambah. Waktu kapal membongkar ikan tentu juga sifatnya sangat padat karya sehingga mereka yang tradisional ini juga bisa membantu pembongkaran ikan atau menjadi ABK saat melaut,’’ imbuh praktisi perikanan yang tinggal di Juwana ini.

Teknologi

Dari hasil FGD tersebut juga diketahui, adanya pengembang teknologi untuk mendukung daya jelajah para nelayan yang mana Dinas Kelautan dan Perikanan telah mengembangkan Informasi Navigasi Nelayan yaitu berupa alat yang dapat mengakses informasi mulai dari cuaca, suhu, letak ikan dengan jarak radius 3 km dengan rentang waktu 5 hari selama di lautan. Peralatan tersebut sejumlah 10 unit saat ini telah diuji cobakan pada nelayan pantura Jawa dengan kapal dibawah 10 GT.(J14-74)-SM

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.