FGD Kadin : Nelayan Tradisional Perlu Didorong Produktivitasnya

Kadin Jateng bidang Kelautan dan Perikanan menggelar Focus Group Discussion Selasa 14 Nopember 2017 bertempat di ruang rapat Kadin Jateng dengan mengambil tema “ Peran Pemerintah Dan Dunia Usaha Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Nelayan”. Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Witjaksono menyampaikan bahwa peluang pasar perikanan baik di dalam maupun luar negeri masih cukup luas. Disampaikan bahwa Jepang baru baru ini membutuhkan ikan jenis tongkol dan blekutak atau cumi mencapai 20 ribu ton per tahun, dimana jenis ikan ini hanya terdapat di perairan Indonesia dan Afrika Selatan. Untuk memenuhi pangsa pasar tersebut produktivitas nelayan perlu didorong. Serta ketersedian cool storage perlu ditambah di kantong kantong pelabuhan perikanan.

Sedangkan untuk mendukung daya jelajah para nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan telah mengembangkan Informasi Navigasi Nelayan yaitu berupa alat yang dapat mengakses informasi mulai dari cuaca, suhu, letak ikan dengan jarak radius 3 km dengan rentang waktu 5 hari selama dilautan. Peralatan tersebut sejumlah 10 unit saat ini telah diuji cobakan pada nelayan pantura Jawa dengan kapal dibawah 10 GT.

Hasil temuan dari road show oleh Persatuan Nelayan Tradisional ( PNTI ) terhadap kondisi nelayan tradisional di beberapa tempat Jawa Tengah ditemukan sebanyak 43 paket bantuan alat tangkap yang belum dimanfaatkan operasionalnya oleh para nelayan. Dalam hal ini masih dikaji penyebab tidak dimanfaatkannya bantuan peralatan tersebut. Sehingga membutuhkan pihak ketiga dalam hal ini kepada dunia usaha yang konsen dibidang Perikanan.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.