Indomaret dan Alfamart Siap Bermitra dengan UMKM

Indomaret dan Alfamart Siap Bermitra dengan UMKM

Kudus, ANTARA JATENG – Toko ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya untuk menjalin kemitraan dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah setempat.

“Beberapa Alfamart di Jateng, sudah menjalankan kemitraan dengan pelaku UMKM setempat,” kata perwakilan dari Alfamart Bayudia ditemui di sela-sela mengikuti rapat koordinasi dengan Komisi B DPRD Kudus di ruang rapat Komisi B DPRD Kudus, Kamis.

Hadir pada rakor tersebut, yakni Ketua Komisi B DPRD Kudus Mukhasiron, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kudus Revlisianto Subekti, Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti, Sektretaris Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sajad, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Yuli Kasiyanto, serta perwakilan dari Alfamart dan Indomaret.

Bayudia menambahkan, kabupaten lain yang kemitraannya telah berjalan disediakan tempat jualan di selasar atau lahan parkir.

Sementara untuk ras khusus, kata dia, untuk produk khas daerah, termasuk di Kabupaten Pati juga disiapkan kemitraan tersebut.

Ia mengatakan, kemitraan yang dijalin, termasuk terhadap pembinaan pedagang sekitar.

Pedagang yang berada di sekitar gerai Alfamart, katanya, mendapatkan kartu member dan ketika melakukan transaksi barangnya akan diantar sesuai pesanan.

Harga yang diperoleh, kata da, tentu berbeda dengan harga yang dijual di Alfamart.

“Dari sisi manajemen, kami juga memberikan pendampingan, termasuk tata cara memajang barang dagangan serta manajemen keuangannya,” ujarnya.

Kemitraan yang akan dijalin, kata dia, tidak hanya untuk penjualan “offline”, bahkan penjualan secara daring atau “online” juga memungkinkan dilakukan.

Untuk penjualan secara daring, kata dia, lebih banyak untuk produk, seperti tas dan kerajinan tangan.

Sementara itu, perwakilan dari Indomaret Jony mengatakan, Indomaret juga siap menjalin kemitraan dan menaati apa yang ada pada Peraturan Daerah (Perda) nomor 12/2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan.

“Kami berharap, ada dinas yang ditunjuk sebagai koordinator, sehingga untuk berkoordinasinya lebih mudah,” ujarnya.

Terkait spesifikasi produk yang bisa diterima, kata dia, untuk kemasan bisa dilihat langsung yang dijual di Indomaret.

Untuk lebih jelasnya, kata dia, menunggu koordinasi langsung serta produk-produk UMKM yang bisa dijual lewat Indomaret.

Ketua Komisi B DPRD Kudus Mukhasiron berharap, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM bisa segera menjalin koordinasi dengan Indomaret maupun Alfamart.

“Kami berharap, agar produk UMKM yang ada di Kudus bisa masuk Alfamart dan Indomaret, Dinas perdagangan dan Disnaker bisa bersinergi,” ujarnya.

Jika belum memenuhi syarat, kata dia, mereka tentunya bisa dilatih, termasuk untuk pengemasannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kudus Revlisianto Subekti mengaku, sudah pernah berkoordinasi dengan Alfamart maupun Indomaret terkait kemitraan.

“Mereka juga siap memberikan pelatihan pengemasan dan manajemen,” ujarnya.

Kemitraan, kata dia, tidak hanya untuk kedua toko modern tersebut, karena di Kudus banyak pelaku UMKM, tentunya bisa juga menggandeng super market terkenal lainnya.

Selain itu, kata dia, jalinan kerja sama juga bisa dilakukan dengan operator selular agar bisa memasang spot wifi gratis agar bisa memudahkan pelaku UMKM menjual produknya secara daring.

Editor: Antarajateng

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Antaranews

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.