Ini Solusi Kadin Tanggapi Permasalahan Kecelakaan Konstruksi yang Terjadi Akhir-akhir Ini

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong upaya pencegahan kecelakaan konstruksi menyusul masifnya pembangunan di Indonesia sebagai upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur strategis.
Di sisi lain, masih maraknya kasus kecelakaan dalam proyek konstruksi akhir-akhir ini yang terjadi hampir berturutan sepertinya sudah mengingatkan bahwa aspek keselamatan dan kecelakaan kerja seperti kurang mendapat perhatian dari kontraktor, padahal dalam Permen PU No.5/2014 tentang Sistem Manajemen K3 Konstruksi sudah jelas bahwa setiap proyek yang tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan akan dikenai sanksi dari surat peringatan sampai penghentian pekerjaan.

 
“Kami harapkan ada solusi segera dari semua akar permasalahan kecelakaan konstruksi yang terjadi akhir-akhir ini agar menjadi perhatian bagi para kontraktor karena apabila izinnya di cabut, secara tidak langsung akan menghambat pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot oleh pemerintah, dimana dampaknya akan merugikan semua pihak seperti Pemerintah sebagai pemilik, kontraktor, dan masyarakat yang semakin panjang terganggu aktivitasnya akibat adanya pembangunan infrastruktur” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa di sela-sela Focus Group Discussion yang dihelat di Menara Kadin Indonesia, Jakarta (25/1/2018).
 
Menurutnya,  masalah keselamatan kerja adalah hal yang utama. Sehubungan dengan beberapa kejadian kecelakaan kerja yang terjadi termasuk kejadian kecelakaan di Proyek LRT Kelapa Gading-Rawamangun senin lalu, Erwin mengatakan bahwa keperluan akan tenaga terampil dan berpengalaman untuk memastikan setiap proyek yang digarap berjalan lancar mutlak diperlukan. Tahun 2017 baru sekitar 150.000 tenaga ahli yang tersertifikasi di negeri ini (pekerja di semua level, baik perencana, pengawas, maupun pelaksana proyek). Idealnya, jumlah tenaga ahli ini sekitar 500.000-750.000 orang, hal ini akan menjadi tantangan bagi para kontraktor dan asosiasi.
 
Seperti diketahui, sejak Agustus 2017 sampai Januari 2018, tercatat telah terjadi lebih dari 10 kasus kecelakaan konstruksi di proyek infrastruktur yang mengakibatkan beberapa pekerja meninggal dan menderita cidera, hal tersebut sejalan dengan data BPJS bahwa konstruksi merupakan sektor industri penyumbang terbesar dalam hal angka kecelakaan kerja di Indonesia.
 
 “Apabila pengawasan dan jaminan keselamatan kerja serta kualitas infrastruktur kurang menjadi perhatian, maka akan mempengaruhi kelancaran pekerjaan dan sangat merugikan semua pihak seperti misalnya pemilik, kontraktor, konsultan maupun tenaga kerja itu sendiri,” ungkap Erwin.
 
Seperti diketahui, pemerintah memang telah menegaskan pelaku jasa konstruksi nasional harus menerapkan standar keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja. Berkaitan dengan hal itu, Erwin menegaskan pula perusahaan dan semua pihak perlu melakukan standar yang diberlakukan guna mengurangi kecelakaan dan kegagalan di proyek konstruksi. 
 
Menurut Erwin, maraknya kejadian kecelakaan dalam proyek strategis nasional akhir–akhir ini sudah seharusnya membunyikan alarm bahaya bagi kelangsungan pekerjaan para kontraktor.
 
“Perusahaan-perusahaan kontraktor nasional yang kini sedang berkejaran dengan waktu penyelesaian berbagai proyek infrastruktur seyogianya turun tangan langsung memastikan pengawasan dan jaminan keselamatan kerja serta kualitas infrastruktur di lapangan,” pungkas Erwin.
 
Rekomendasi Kadin
●Kadin sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk membentuk Komite Nasional Keselamatan Konstruksi yang terintegrasi dari pusat sampai daerah yang didalamnya ada keterwakilan dari Pemerintah, Kadin (wakil dunia usaha) dan ahli/pakar konstruksi.
●Menjadikan keselamatan kerja sebagai investasi bagi para kontraktor dan bukan beban kontraktor, serta memastikan semua stakeholder (BPJS, Kemenaker dan kontraktor) dapat bekerjasama dalam memfasilitasi peningkatan keterampilan para pekerja konstruksi.
●Sinergi antara Kontraktor BUMN dengan swasta untuk dapat meningkatkan keselamatan kerja dengan mempertimbangkan bahwa banyak kontraktor swasta yang juga sangat mampu bekerjasama dan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja yang mumpuni dalam pelaksanaan proyek.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.