Inovasi Kebijakan Diharap Dukung Daya Saing

Keterlibatan dunia usaha dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah menjadi satu hal penting untuk digarap serius oleh pemerintah kabupaten/ kota di Jawa Tengah (Jateng). Namun tak bisa dimungkiri masih banyak kebijakan atau aturanaturan yang menghambat perkembangan dunia usaha, termasuk bagaimana menyerap investasi masuk lebih besar lagi.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta, David R Wijaya menilai, setiap daerah sudah selayaknya berlombalomba meningkatkan daya saing yang tinggi. Inovasi dalam hal ini menjadi kunci utama bagaimana daerah bisa bergerak positif mendorong perekonomian.

Menurut dia, era kemajuan bisnis saat ini dengan teknologi informasi yang terus berkembang, sudah selayaknya menjadi perhatian. ‘’Bisnis berbasis aplikasi contohnya, banyak pemda justru kontra tidak sependapat. Namun jika kita berbicara gejala global masyarakat akan sulit sekali menolaknya karena memang dibutuhkan. Pemerintah dalam hal ini harus membuat inovasi kebijakan,’’ papar David dalam Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng bertema ‘’Strategi Optimalisasi dan Akselerasi Pembangunan Ekonomi Daerah’’ di Hotel Aston Inn, Jalan Pandanaran, Semarang, Kamis (12/4).

Diskusi yang dibuka oleh Wakil Ketua Kadin Jateng, Reza Tarmizi ini juga menghadirkan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Endi F Effendi dan Ketua Komisi B DPRD Jateng, Chamim Irfani. Hadir pula perwakilan dari Kadin kabupaten/kota di Jateng.

Menurut David, sinergitas menjadi hal penting. Saat kolaborasi bisa dilakukan antara pemerintah daerah, dunia usaha dan juga kalangan akademisi dari perguruan tinggi serta media massa, akan menjadi jalan keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing daerah. ‘’Media sosial juga akan menjadi alternatif yang sangat bermanfaat dalam penyampaian pesan untuk kemajuan dunia usaha,’’kata David.

Dana Desa

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jateng, Chamim Irfani mengungkapkan, membangun daerah itu bisa dimulai dari desa dan masyarakatnya yang bergerak secara produktif untuk membawa kemajuan di wilayahnya.

Menurut dia, keberadaan dana desa yang akan dikucurkan sebesar Rp 2 miliar per desa belum termasuk dari APBD Provinsi juga seharusnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun desa, bukan hanya dari aspek fisik atau infrastrktur, tetapi juga kelembagaan yang kuat. ‘’Saya membayangkan Kadin itu sampai ke desa akan luar biasa, mari kita gerakkan bersama dan mendampingi desa dengan potensi- potensinya yang kaya,’’ terang Chamim.

Dia menilai, kemajuan teknologi juga harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di desa-desa untuk peningkatan ekonomi yang berkelanjutan. ‘’Potensi pasar pun harus digali lebih jauh untuk memberikan ruang bagi para pelaku usaha di masing-masing sentra ekonomi di wilayah kabupaten/kota,’’ katanya.

Dia menegaskan, pemerataan pembangunan mutlak harus dipikirkan sampai ke wilayah terpencil supaya iklim investasi juga menyebar dengan baik. Sementara itu, Mulyono Herlambang dari Kadin Karanganyar berpendapat, inovasi tetaplah yang terpenting khususnya terkait regulasi.

Menurut dia, banyak regulasi yang tidak aplikatif sehingga siasia saja karena tidak mendukung investasi masuk. Harapan mendapatkan perizinan semudahmudahnya malah berujung pada waktu yang tidak efisien karena aturan yang ada. ‘’Stimulus dari pemda atau provinsi sangatlah penting untuk menyerap investasi ke daerah. Bukan dengan regulasi yang tidak aplikatif,’’ terang Mulyono.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.