Jateng Potensial Dikembangkan untuk Wisata Syariah

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah, Joko Suratno mengatakan di provinsi ini beberapa daerah tujuan wisata sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daerah tujuan destinasi berbasis syariah.

“Apabila hal itu dikembangkan dengan baik, maka akan menarik banyak wisatawan datang. Tidak hanya wisatawan domestik saja, tetapi juga mancanegara terutama wisatawan muslim,” ujar Joko, dilansir dari Radio Idola Senin (4/12).

Meski beberapa destinasi wisata syariah di Jawa Tengah cukup banyak, namun belum terlalu serius menggarapnya. Sebab, selama ini destinasi wisata syariah di Jawa Tengah masih didominasi wisatawan lokal saja.

Menurut Joko, di provinsi ini ada daerah-daerah yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata syariah. Misalnya di Kabupaten Kudus, Demak dan Pekalongan.

Salah satu destinasi wisata religi yang paling diminati adalah Wali Songo. Yakni, kunjungan ke makam Sunan Kudus dan Sunan Muria, di Kabupaten Kudus. Kemudian, wisata ke Masjid Agung Demak dan makam Kadilangu, di Kabupaten Demak.

Joko mengungkapkan, meski masih banyak hal yang harus diperbarui dari wisata syariah, namun dirinya optimistis jika agen wisata ikut mendukung program ini.

“Di Jateng belum begitu fokus ya dijadikan destinasi wisata halal atau syariah. Saya kira ini masih jauh, meskipun Jateng wisata syariahnya kalau dikemas bagus juga. Kami dari agen wisata sangat mendukung, ini menjadi PR buat kita kalau wisatanya mau dibranding jadi wisata halal,” kata Joko.

Ia menambahkan, meski Jawa Tengah sudah cukup banyak penginapan atau hotel berbasis syariah. Namun, belum disinergikan dengan destinasi wisata syariahnya.

“Oleh karena itu, bila beberapa destinasi wisata syariah di Jawa Tengah sudah dikemas dengan baik maka akan mendatangkan wisatawan lebih banyak,” tandasnya.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.