Kadin Dukung Percepatan Negosiasi 16 FTA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung penuh rencana pemerintah mempercepat negosiasi 16 Free Trade Agreement (FTA). Pasalnya, Indonesia dinilai masih tertinggal dari negara-negara pesaing, seperti Vietnam yang telah menjalin FTA dengan pasar-pasar strategis.

Hanya saja, Kadin mengingatkan pemerintah agar cermat menghitung untung-rugi FTA-FTA baru. Jangan sampai FTA baru malah menimbulkan masalah dan defisit baru. Pemerintah juga perlu membenahi daya saing industri agar Indonesia dapat memetik nilai tambah dari FTA.
 
“Pengusaha sangat mendukung langkah tersebut, tentu selama tidak merugikan industri di dalam negeri dan perekonomian nasional,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani.
 
Saat ini, kata dia, posisi Indonesia sudah jauh tertinggal dibandingkan Vietnam yang sudah menjalin banyak FTA dengan beberapa negara. Indonesia perlu mempercepat FTA untuk meningkatkan daya saing dan mempermudah akses barang masuk. Selain itu, FTA bertujuan menurunkan tarif bea masuk (BM) di negara tujuan ekspor.
 
Menurut Shinta, FTA yang harus menjadi prioritas dan kemungkinan rampung tahun ini adalah dengan Australia. Selanjutnya, tahun depan FTA dengan Uni Eropa (IE-CEPA). “Prinsipnya, dalam pembahasan FTA, kesepakatan untung dan rugi harus benar-benar jelas. FTA harus clear, jangan sampai ada negara yang dirugikan, terutama kita,” tegas dia. 

Categories: Kabar Kadin,Peluang Pasar

Leave A Reply

Your email address will not be published.