Kelola Bandara dan Pelabuhan, Pengusaha Swasta Butuh Insentif

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengharapkan adanya insentif bagi swasta nasional untuk terlibat dalam kerja sama pemanfaatan maupun pengelolaan 30 pelabuhan dan bandara yang ditawarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub). Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto, mengatakan, diperlukan insentif-insentif bagi swasta nasional yang tertarik terlibat pada pengelolaan pelabuhan dan bandara. Insentif itu contohnya dukungan permodalan dari perbankan nasional terhadap swasta nasional yang minat bekerja sama dalam memanfaatkan maupun mengelola pelabuhan dan bandara.

“Tentunya, tawaran kerja sama operasi pelabuhan dan bandara dari Kemenhub membuka harapan bagi swasta nasional. Semoga secara komersial pelabuhan dan bandara ini menarik untuk dikembangkan. Kami akan melakukan kajian terhadap pelabuhan dan bandara yang ditawarkan,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (22/11).
 
Dia menekankan, pelabuhan dan bandara yang ditawarkan haruslah prasarana yang menguntungkan dalam hitungan bisnis bagi para pelaku usaha.
 
“Kami berharap agar pelabuhan dan bandara yang ditawarkan kerja samanya dengan swasta nasional merupakan pelabuhan dan bandara yang memiliki nilai profit,” imbuh Carmelita.
 
Lebih lanjut, Carmelita menilai, langkah Kehub dalam menawarkan kerja sama ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi transportasi nasional di masa mendatang. “Penawaran kerja sama pelabuhan dan bandara akan mempertegas peran pemerintah sebagai regulator dan swasta sebagai operator,” ungkapnya.
 
Selain itu, tambah dia, akan terjadi penghematan anggaran negara yang selama ini digunakan untuk pelabuhan dan bandara yang berada di bawah operasional Kemhub. Dengan begitu, katanya, alokasi APBN juga akan semakin efektif dan dapat diarahkan pada pembangunan infastruktur transportasi lainnya, khususnya yang berada di wilayah terpencil dan terdalam di Indonesia Timur.
 
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya langkah ini, karena Kemhub telah menawarkan swasta nasional lebih dahulu,” sambung Carmelita.
 
Sebagai informasi, Kemhub menawarkan kerja sama operasi 20 pelabuhan dan 10 bandara kepada BUMN dan pihak swasta. Adapun, 20 pelabuhan tersebut di antaranya, Pelabuhan Sintete, Pelabuhan Tenau Kupang, Pelabuhan Ende, Pelabuhan Badas, Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Kalabahi. Sementara bandara yang dikerjasamakan operasinya antara lain, Bandara Komodo dan Bandara Radin Inten. (Ri)

Categories: Kabar Kadin,Uncategorized

Leave A Reply

Your email address will not be published.