Mahasiswa Undip dituntut buka start-up

Mahasiswa Undip dituntut buka start-up

Mahasiswa Undip dituntut buka start-up

Mahasiswa Universitas Diponegoro dituntut dapat membuka start-up, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan. 

"Menjadi wirausaha adalah pilihan, pilihan untuk menjadi leader. Kembangkan semua apa yang kita punya. Mahasiswa undip sudah memiliki modal yang kuat, karena untuk masuk undip saja susah. Berarti anda ini pilihan," kata Rektor Universitas Diponegoro Prof Yos Johan Utama.

Hal tersebut disampaikan Yos Johan Utama dalam acara Jamkrindo strartup challenge 2018 di Gedung Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (KKIB) FEB Undip di Semarang, Selasa.

Undip, lanjut Yos Johan Utama, pada tahun kemarin menempati rangking 3 perguruan tinggi terfavorit dan saat ini mampu menjadi nomor 2 terfavorit di Indonesia. 

"Start-up challenge ini penting karena akan mendorong orang tidak harus bekerja, tapi di sini dicetak calon wirausaha," kata Yos Johan Utama.

Hal sama juga disampaikan Dekan FEB Undip Suharnomo yang mengatakan bahwa pada tahun 90-an, masyarakat banyak yang bercita-cita menjadi PNS, tetapi sekarang fenomena itu berubah dan mahasiswa undip harus mampu merespon perubahan tersebut. 

"Studi terbaru sebanyak 22 persen ingin menjadi pengusaha, 1 persen menjadi PNS, dan sisanya ingin menjadi profesional. Studi dari program PKM keberhasilannya hanya 5-6 persen yang bisa bertahan hingga tahun kelima" kata Suharnomo.

FEB undip, tambah Suharnomo, telah memiliki klinik kewirausahaan dan inkubator bisnis (KKIB), sehingga diharapkan menjadikan mahasiswa terinipirasi dari mereka yang sudah berkecimpung di dunia bisnis.

"Dulu kita punya program yang bagus cuma sedikit bermasalah dengan hilirisasi, namun sekarang seiring dengan kebijakan pemerintah kami sudah memiliki hilirisasi yang cukup baik," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut Jamkrindo Randi Anto mengemukakan bahwa start-up challenge merupakan aplikasi dari visi Jamkrindo yakni mengembangkan UMKM.

"Kita mendorong inovasi dari mahasiswa untuk menjadi wirausaha. Selain di Semarang, kami juga melakukan roadshow ke Depok, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Kalau mahasiswa bisa bertahan, maka kami akan memfasilitasi dalam hal keuangan," demikian Randi Anto.

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.