Nauru & Mikronesia Butuh Suplay Beberapa Produk Indonesia

Kadin Indonesia menyertai lawatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum & Keamanan Wiranto ke dua negara di wilayah Pasifik, yakni Nauru dan Mikronesia. Kadin diwakili oleh Ketua Umum Rosan P Roeslani dan Ketua Komite Tetap Pengembangan Perdagangan, Distribusi dan Promosi Bidang Perdagangan Safari Azis.

Selain bertemu petinggi negara, Tim Kadin juga berkesempatan melakukan dialog bisnis dengan pelaku bisnis lokal. Dari pembicaraan tersebut tertuang sejumlah kebutuhan mendasar kedua negara yang diharapkan dari Indonesia. Berikut rincian kebutuhan Nauru & Mikronesia dari RI:

Nauru :

1. Suku Cadang kendaraan bermotor buatan Jepang untuk roda 2 dan 4;

2. Helm;

3. Pemasok kebutuhan Pasar Swalayan / Supermarket;

4. Furnitur Rotan dan lain-lain terutama untuk kebutuhan Forum Negara Kepulauan Fasifik pada bulan September 2018;

5. Tenaga pendamping budidaya perikanan.

Mikronesia:

1. Tenaga professional a.l. akuntan, ICT dan lain-lain;

2. Tenaga Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal-kapal yang diberi izin menangkap ikan;

3. Tenaga pendamping budidaya pertanian dan perikanan;

4. Pemasok kebutuhan pokok sehari-hari;

5. Pengurusan atau Pembebasan Visa kunjungan ke Indonesia.

Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani menyatakan inisiasi kerja sama ekonomi dimulai pada sektor kelautan dan perikanan. Tim Kadin melalui Safari Azis yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) telah memperkenalkan budidaya rumput laut ke Nauru. Selanjutnya, Kadin juga akan membantu pengembangan budidaya ikan dalam keramba ke Nauru.

Evaluasi atas kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi. Saran dan tindak lanjut yang dipertimbangkan, yaitu:

1. Diperlukan identifikasi produk impor yang dibutuhkan oleh Nauru dan Mikronesia, dan juga identifikasi negara-negara pengekspor ke Nauru dan Mikronesia, serta arus kapal dan konektivitasnya;

2. Tol-laut dari Jayapura, Papua, kiranya dapat diteruskan hingga Port Moresbi sesuai permintaan KADIN Papua;

3. Perlu dibuat Peta Panduan/Roadmap Kerjasama Ekonomi RI dan Negara Kawasan Kepulauan Pasifik;

4. Pembentukan Business Council RI dan Negara Kepulauan Pasifik;

5. Promosi tentang negara Indonesia , produk kebutuhan sehari-hari dan produk herbal, dengan melibatkan Putri Indonesia dan Putri Papua.

Nauru sempat menjadi satu dari tiga pulau karang fosfat utama di Samudera Pasifik. Eksploitasi pertambangan fosfat selama satu abad telah berdampak secara ekonomi, sosial hingga ekologi bagi salah satu negara terkecil di dunia itu. Pertambangan telah merusak kurang lebih 80% wilayah negara. Reorientasi dalam pengembangan ekonomi akhirnya dilakukan oleh negara ini.

Sementara itu, Federasi Mikronesia terdiri atas empat negara bagian di Barat Laut Republik Nauru. Negara ini terdiri atas sejumlah pulau dengan ibu kota bernama Palikir, yang terletak di pulau terbesar, Pohnpei, dalam gugusan tersebut.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.