Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Kudus Capai 93,1 Persen

Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Kudus Capai 93,1 Persen

Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Kudus Capai 93,1 Persen

Kudus, ANTARA JATENG – Realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga akhir November 2017 mencapai 93,1 persen dari target Rp118,16 miliar.

“Kami optimistis bisa mencapai target penerimaan, karena penerimaan rata-rata per bulan bisa mencapai Rp11,5 miliar, sedangkan realisasi pemerimaan hingga bulan November 2017 mencapai Rp110,03 miliar atau hanya menyisakan Rp8,15 miliar,” kata Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kabupaten Kudus Wibowo di Kudus, Kamis.

Sebetulnya, kata dia, target penerimaan pajak kendaraan bermotor awalnya sebesar Rp114 miliar, kemudian melalui APBD Perubahan Provinsi Jateng 2017 direvisi menjadi Rp118,16 miliar.

Dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak kendaraan bermotor, UP3AD Kudus mendekatkan layanan kepada masyarakat, UP3AD Kudus memanfaatkan mobil pembayaran pajak kendaraan keliling, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor UP3AD Kudus.

Bahkan, kata dia, UP3AD Kudus juga melakukan aksi jemput bola dengan unit layanan “Samsat Siaga” yang bisa melayani pembayaran pajak kendaraan hingga tingkat pedesaan.

Untuk sementara, kata dia, pelayanan “Samsat Siaga” melayani pembayaran pajak kendaraan para pegawai pabrik, seperti PT Djarum, PT Nojorono, serta Polytron.

“Kami memang sudah berkoordinasi dengan ketiga perusahaan tersebut. Jika ada pemerintah desa yang hendak memanggil layanan `Samsat Siaga` juga akan kami jadwalkan, dengan syarat minimal wajib pajak yang hendak membayar ada 10 wajib pajak,” ujarnya.

Menurut dia, layanan “Samsat Siaga” bisa dimaksimalkan kembali dengan menambah mobil layanannya.

Oleh karena itu, dia mencoba, mengajukan bantuan kendaraan ke Pemkab Kudus, karena hasil penerimaan pajak kendaraan juga sebagian dikembalikan ke pemkab setempat.

Untuk realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), lanjut dia, hingga akhir November 2017 sudah terealisasi Rp85,77 miliar dari target sebesar Rp89 miliar.

Adapun jumlah potensi objek pajak kendaraan bermotor di Kudus hingga kini mencapai 405.000 unit kendaraan.

Dari ratusan ribu objek tersebut, sekitar 80 persen lebih merupakan objek kendaraan roda dua, sedangkan selebihnya merupakan kendaraan roda empat untuk berbagai jenis kendaraan.

Terkait dengan target penerimaan pajak kendaraan bermotor pada tahun 2017, hingga kini belum diketahui.

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.