Pengadaan beras Bulog Banyumas capai 1.027 ton

Pengadaan beras Bulog Banyumas capai 1.027 ton

Pengadaan beras Bulog Banyumas capai 1.027 ton

Purwokerto (Antaranews Jateng) – Pengadaan beras yang dilakukan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Subdivisi Regional Banyumas, Jawa Tengah, mencapai 1.027 ton.

"Sementara kontrak yang telah ditandatangani sebanyak 2.150 ton," kata Kepala Perum Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Ia mengatakan dalam pengadaan beras tersebut menggunakan fleksibilitas harga sebesar 20 persen dari harga pembelian pemerintah (HPP) yang diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015.

Dengan adanya fleksibilitas tersebut, harga gabah kering panen yang sebelumnya Rp3.700 per kilogram menjadi Rp4.450 per kilogram, gabah kering giling dari Rp4.650 per kilogram menjadi Rp 5.580 per kilogram, dan beras medium dari Rp7.300 per kilogram menjadi Rp8.760 per kilogram.

Sony optimistis prognosa atau target pengadaan beras sebesar 53.000 ton yang dilaksanakan Bulog Banyumas pada tahun 2018 dapat terealisasi.

Menurut dia, hal itu disebabkan Bulog Banyumas telah menggandeng 57 mitra kerja dalam rangka melaksanakan program pengadaan beras tersebut.

"Bahkan, empat Primkopad dari empat Kodim di wilayah eks Keresidenan Banyumas serta Primkopad Korem 071/Wijayakusuma telah menjadi mitra Bulog dalam program pengadaan beras ini," katanya.

Kendati demikian, dia mengakui jika hingga saat ini masih ada sedikit kendala di lapangan berupa harga beras dan gabah petani yang ikut naik seiring dengan adanya fleksibilitas serta kadar air yang tinggi karena masih tingginya curah hujan di Banyumas.

Disinggung mengenai ketersediaan berad di gudang Bulog Banyumas, dia memastikan dalam posisi aman karena masih mencukupi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.

 

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.