Pengusaha Didorong untuk Memanfaatkan

Para pengusaha didorong untuk memanfaatkan energi terbarukan. Mereka bisa memperoleh energi tersebut dalam mengelola usahanya. Wakil Ketua Umum Energi Terbarukan dan Sumber Daya Alam (SDA) Kadin Jateng, Muklisiyata mengatakan, sudah saatnya para pengusaha memanfaatkan energi terbarukan dalam mengelola usahanya.

Mereka bisa memperoleh salah satu energi dari apa yang dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) Kadin Jateng bertema ”Energi Terbarukan Solusi untuk Masa Depan Indonesia” itu. Misalnya, energi angin, biodiesel, bioetanol, panas bumi, dan masih banyak lagi. Melalui FGD tersebut, Kadin mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan beberapa energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Peluang investasi energi terbarukan itu di Jateng masih terbuka luas. Menurut Muklisiyata, energi terbarukan jangan lagi menjadi sumber energi alternatif melainkan justru menjadi yang utama. Untuk itu, ke depan diperlukan sinergitas yang baik antara pemerintah, investor atau pengusaha dan kalangan akademisi. Sehingga, terwujud ketahanan energi untuk menjamin ketersediaan energi serta kemandirian energi, yakni kemampuan untuk memenuhi sendiri kebutuhan energinya.

Potensi Panas Bumi

Kepala Pusat Penelitian Sumber Energi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr Eng Agus Setyawan mengatakan, pemanfaatan energi terbarukan sangat mendesak dilakukan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri ”The 21th Conference of the Parties (COP 21)” di Paris mengungkapkan, berupaya untuk meningkatkan energi terbarukan menjadi 23?ri total bauran energi Indonesia pada 2025. Di mana kontribusi energi panas bumi sebesar 4,8% atau 7.095 Megawatt (MW). Energi panas bumi, kata Agus, berasal dari sumber daya alam dan secara alami dapat terisi ulang. Energi ini mampu menghasilkan energi sepanjang masa karena uap yang dihasilkan dapat terisi ulang secara alami.

Selain itu, tidak tergantung pada kondisi cuaca, sehingga panas bumi adalah sumber energi yang tepat untuk batu bara. Juga, tidak ada limbah, ramah lingkungan, serta bisa digunakan langsung misalnya untuk memasak, pemanas rumah, dan keperluan rumah tangga lainnya. Menurut dia, selama ini Indonesia menempati urutan kedua dari sisi potensi panas bumi atau 24,7% yaitu sebesar 29.543 MW.

Indonesia juga berada pada peringkat ketiga dari sisi pemanfaatan panas bumi atau 12,95?ngan kapasitas terpasang 1.513 MW. Potensi panas bumi ke depan kurang lebih bisa mencapai 30 MW. Adapun potensi panas bumi di Jateng berada di sejumlah daerah. Misalnya di Cilacap, Baturaden (Banyumas), Guci (Tegal), Banjarnegara, Candradimuka (Wonosobo), Dieng (Wonosobo), Krakal (Kebumen), Panulisan (Cilacap), Gunung Ungaran (Kabupaten Semarang), Gunung Umbul Telomoyo, Kuwuk (Grobogan), Gunung Lawu (Karanganyar), dan Klepu (Kabupaten Semarang). Agus menjelaskan, energi panas bumi bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk menghasilkan produk.

Bisa dimanfaatkan sejumlah sektor bisnis antara lain pertanian, perikanan, edukasi, kuliner dan wisata. Estimasi biaya investasi panas bumi contohnya dengan struktur biaya pengembangan lebih dari 110 MWestimasi investasi yaitu sekitar 2,8-3,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per MW. Meliputi estimasi biaya survei geologi, geofisika, menentukan lubang bor, Amdal, pembebasan lahan, jalan masuk, sumur, dan lainnya.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.