Perlu Optimalkan Pasar Asia dan Timur Tengah

Eksportir produk kayu, termasuk mebel perlu lebih mengoptimalkan pasar, khususnya Asia dan Timur Tengah.

Meski sertifikasi sedikit menghambat perkembangan usaha bidang perkayuan, pasar ekspor tahun ini diperkirakan tetap prospektif.

Demikian dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kamar dagang dan Industri (Kadin) Jateng Bernardus Arwin, kemarin.

Menurut dia, ekspor Jateng seharusnya naik mengingat biaya produksi di Tiongkok meningkat dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. ”Itu mestinya bisa dimanfaatkan, bagaimana menyubstitusi produksi di negeri itu untuk dipindah ke Indonesia karena jauh lebih kompetitif,” ungkap dia.

Industri mebel, lanjut dia, berpotensi meningkat karena dukungan dan fasilitas dari Kementerian Perindustrian untuk pameran di sejumlah negara. Perbaikan teknologi pengolahan kayu, kata dia, juga sangat penting agar produksi lebih efisien.

Masih ada teknologi yang tertinggal sehingga berdampak pada inefisiensi. Ketua Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) Jateng Ade Siti Muksodah optimistis soal peluang ekspor tahun ini.

Lebh Kondusif

Kendati ada pilkada serentak atau tahun politik yang berpengaruh, ujar dia, dari sisi kompetisi tenaga kerja dan situasi, Jateng jauh lebih kondusif. Kondisi demikian, kata dia, ikut mendorong kinerja ekspor, dengan produk kayu berupa mebel menjadi salah satu unggulan ekspor provinsi ini.

”Tidak hanya mebel atau produk kayu lain, tekstil juga diunggulkan,” imbuh dia. Kinerja ekspor nonmigas Jateng pada awal 2018 naik 3,96 persen, yakni menjadi 523,14 juta dolar AS dari sebelumnya Desember 2017 sebesar 503,20 juta dolar AS.

Data BPS Jateng menunjukkan nilai ekspor Jateng pada Januari 2018 mencapai 539,86 juta dolar AS. Dibandingkan dengan periode yang sama 2017 naik 13,62 persen atau 64,70 juta dolar AS.

AS masih dominan sebagai negara tujuan ekspor Jateng, disusul Jepang dan Tiongkok. Ekspor ke AS 156,1 juta dolar AS, lalu Jepang 67,8 juta dolar AS, dan Tiongkok 38,74 juta dolar AS.

Peran ketiga negara itu terhadap ekspor Jateng 48,66 persen, sedangkan ekspor ke kawasan ASEAN di awal tahun ini 47,09 juta dolar AS atau menyumbang 8,72 persen total ekspor

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.