Pola tanam padi Grobogan bisa ditiru daerah lain

Pola tanam padi Grobogan bisa ditiru daerah lain

Pola tanam padi Grobogan bisa ditiru daerah lain

Grobogan (Antaranews Jateng) – Pola tanam padi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bisa direplikasi di daerah lain karena hasil panennya cukup bagus dan bisa panen lebih cepat.

“Replikasi bisa dilakukan dengan menyesuaikan lokasi,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Syakir saat ditemui usai panen padi di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Kamis.

Sebelumnya, kata dia, di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jateng, tidak pernah ada panen pada Januari karena petani belum bisa memulai tanam pada Oktober.

Alasan petani setempat belum bisa memulai tanam, kata dia, disebabkan faktor tidak ada ketersediaan air yang cukup untuk memulai tanam.

Permasalahan tersebut, kata dia, saat ini sudah terselesaikan, karena adanya bantuan pompa air dari pemerintah, sehingga sawah petani setempat bisa dipasok air.

“Pemerintah juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti power trasher dan combine harvester serta bantuan benih,” ujarnya.

Hal terpenting, lanjut dia, ada pendampingan dan ada program upaya khusus (Upsus) di seluruh wilayah di Indonesia, khususnya basis penghasil padi.

“Adanya sinergisme berbagai pihak, termasuk dengan TNI serta didukung infrastruktur bantuan, kini tiada hari tanpa tanam dan tiada hari tanpa panen,” ujarnya.

Kualitas hasil panen tanaman padi petani tersebut, kata dia, juga berkat pengawalan pemerintah, termasuk bantuan pestisida untuk memberantas organisme pengganggu tanaman.

Dengan adanya pendampingan dan pemberian bantuan infrastruktur, kata dia, bisa mengurangi dampak yang terjadi karena intensitas penanaman yang begitu tinggi.

“Hal ini konsekuensi modernisasi pertanian, sehingga harus ada pengawalan ketat, pendistribusian bantuan yang tepat dengan perhitungan yang presisi tinggi sehingga bisa meminimalkan kegagalan,” ujarnya.

Untuk memberikan dukungan kepastian kepada petani, kata dia, pemerintah juga membantu petani melalui program asuransi, sehingga ada kepastian hasil dan suplai beras sepanjang bulan.

Terkait bantuan benih tanaman padi, kata dia, disesuikan dengan lokasi, apakah termasuk lahan kering, cukup air, serta rawa.

Lahan rawa, kata dia, banyak memberikan kontribusi pada perluasan areal tanam, termasuk daerah yang beriklim kering didorong tanam tanaman padi gogo karena saat ini berkontribusi terhadap suplai di Tanah Air.

Hal demikian, kata dia, yang memberi kepastian keyakinan semua pihak bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan ke depan.

Kepala Desa Ngeluk Suyoto mengungkapkan, lahan sawah di desanya memang terbantu dengan adanya bantuan mesin pompa air, sehingga petani bisa tanam lebih awal karena tersedia cukup air.

Luas lahan yang siap dipanen mencapai 60 hektare yang terletak di hamparan 278 hektare milik tiga kelompok tani, sedangkan varietas yang ditanam, didominasi jenis ciherang dengan rata-rata produksi 7-9 ton per hektare gabah kering panen (GKP).

Sistem tanam yang diterapkan oleh petani, yakni menggunakan sistem jajar legowo, selain sistem tegel yang biasa diterapkan petani.

Meskipun masih banyak petani yang melakukan penanaman secara manual, petani setempat saat ini mulai mencoba menggunakan transplanter karena petani merasa kesulitan dalam membuat persemaian menggunakan dapog.

Sementara untuk panennya, ada yang menggunakan combine harvester karena terbukti efisien untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja.

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.