Politeknik Furniture Dibangun Di Kendal

KENDAL-Kadin Jawa Tengah bersama Kementrian Industri dan HIMKI (Himpunan Mebel dan Kerajinan Indonesia) melaksanakan penandatanganan kerjasama dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompenten di bidang industri furniture melalui pendidikan vokasi (Politeknik Furniture) dengan konsep link and match antara dunia usaha, akademisi dan industri.

Penandatangan kerjasama dilakukan pada saat pemancangan tiang pertama pembangunan Politeknik Industri Furniture di Kawasan Industri Kendala (KIK), Selasa, 10 Oktober 2017

Pada 2016 lalu, nilai ekspor furniture nasional sebesar 1,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dengan sumbangan dari Jawa Tengah (Jateng) sekitar 0,98 miliar dolar AS atau 57%. Dalam dua tahun ke depan, ekspor furniture nasional ditargetkan mencapai 5 miliar dolar AS dengan kontribusi dari Jateng sebesar 2,9 miliar dolar AS. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian

Industri furniture itu termasuk sektor padat karya berorientasi ekspor, yang tengah diprioritaskan pengembangannya agar terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. ‘’Untuk mendukung itu, kami memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK). Selain untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi yang bertujuan menghasilkan para lulusan berkompetensi dan siap kerja, politeknik ini juga dirancang menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk industri furniture dan pengolahan kayu di dalam negeri,’’ katanya.

Saat ditemui usai acara pemancangan tiang pertama pembangunan Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu di KIK, Selasa (10/10), Haris juga menjelaskan, politeknik itu menjadi salah satu best practice dari pelaksanaan pendidikan vokasi tingkat tinggi yang diinisiasi melalui konsep link and match antara dunia akademisi dengan industri. Menurut Haris, sejak awal perencanaan pembangunan politeknik ini, Kemenperin bersama para pelaku industri dan pemangku kepentingan terkait telah merancang berbagai kebutuhan yang diperlukan seperti penyusunan kurikulum dan pemilihan tenaga pengajar. Selain itu juga disediakan layanan proses produksi dan pengujian serta pengembangan risetriset terapan, sehingga benarbenar dapat dirasakan manfaatnya oleh dunia usaha.

Dual System

Haris menambahkan, sistem pembelajaran yang diterapkan di politeknik ini akan terintegrasi antara pendidikan di kampus dengan praktik kerja di industri atau dikenal dengan sebutan dual system. Untuk pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis sistem ganda tersebut, Kemenperin menjalin kerja sama dengan pemerintah Swiss. ‘’Langkah sinergi yang telah disepakati, antara lain technical assistance dalam pengembangan sistem pendidikan vokasi, school management, peningkatan kapabilitas SDM manajemen dan tenaga pendidik, serta dukungan penguatan kerja sama politeknik dengan industri. Tahun depan kita harapkan sudah membuka mahasiswa baru,’’ paparnya.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Kemenperin, Mujiyono menyampaikan, program studi yang diterapkan di Politeknik Industri Furniture meliputi Teknik Produksi Furniture, Desain Furniture, dan Manajemen Bisnis Furniture. ‘’Perkuliahannya tidak akan dipungut biaya selama lima tahun, bahkan para mahasiswa mendapatkan beasiswa dan ikatan kerja,’’ujarnya. Politeknik Industri Furniture dibangun di atas lahan seluas dua hektare dengan gedung empat lantai seluas 4.800 meter persegi. Fasilitas yang disediakan antara lain ruang kuliah, ruang workshop, showroom, dan laboratorium pengujian.(H84-55)

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.