Program GSP, 3.500 Item Produk Dapat Keringanan Bea Masuk

Sebanyak 3.500 item atau produk Indonesia akan mendapatkan keringanan bea masuk ke Amerika Serikat sehingga harga produk dapat bersaing dengan negara lain di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Mr Erland Herfindahl Deputy Assistant US Trade Representative for GSP, saat memberikan sosialisasi Program Generilzed of Preference (GSP) di Kantor Menara Suara Merdeka yang dihadiri sejumlah pengusaha anggota Kadin Jawa Tengah, Rabu (16/5).

Dikatakan Erland bahwa fasilitas dari Program GSP tersebut memang diberikan Amerika Serikat untuk negara – negara berkembang dan dianggap maju seperti Indonesia. Diharapkan, adanya program ini bisa tersosialisasikan dengan baik kepada anggota Kadin Jawa Tengah atau pengusaha eksportir yang ada.

“Nantinya, produk yang dikirimkan tersebut yang termasuk dalam program GSP dapat keringanan bea masuk, sehingga memberikan kesempatan yang lebih besar pengusaha Indonesia untuk ekspor ke Amerika,” katanya.

Sementara itu, Edward Sofiananda Wakil Ketua Umum Pengembangan Usaha dan Ekonomi Daerah Kadin Jateng mengatakan, fasilitas berupa keringatan bea masuk produk dari Indonesia yang termasuk program GSP sampai 0 persen.

Sehingga membantu pengusaha eksportir khususnya untuk memasarkan produknya ke Amerika dengan harga yang kompetitif dibandingkan dengan negara lain, seperi China.

“Setelah ini, Kadin Jateng akan memberikan sosilisasi kepada semua anggota, terkait fasilitas dari program GSP ini. Karena potensi dari Jawa Tengah untuk dipasarkan ke Amerika cukup besar, seperti produk Perkayuan. Kami juga akan mendata produk lainnya dari anggota, untuk bisa diekspor kesana,” terangnya.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.