Risiko Gagal Bayar Diantisipasi

Situasi perekonomian nasional yang sangat dinamis bisa memicu risiko gagal bayar dan kepailitan para pelaku usaha. Hal ini sering kurang dipahami oleh para pelaku usaha, termasuk anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng. Sekretaris Lembaga Hukum Kadin Jateng Kairul Anwar mengungkapkan, edukasi mengenai hal itu akan terus ditanamkan supaya para pengusaha lebih mengerti alur penyelesaian jika terjadi permasalahan hukum akibat utang piutang.

”Untuk itulah Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia (HKPI) hadir untuk mendampingi anggota Kadin Jateng,” kata Kairul, Minggu (19/11). Sebelumnya, kerja sama sudah dilakukan dengan penandatananan nota kesepahaman antara Wakil Ketua Bidang Hukum dan Etika Usaha Kadin Jateng Saksono Yudiantoro dan Ketua Umum HKPI Soedeson Tandra di sela-sela pembukaan Rakernas HKPI di Hotel Gumaya, akhir pekan lalu.

Lebih Tenang

Menurut Kairul, kerja sama ini mencakup peningkatan pengetahuan hukum serta kesadaran hukum anggota Kadin. Selain itu, bantuan atau pendampingan hukum terutama di bidang hukum bisnis, kepailitan, penundaan kewajiban pembayaran utang, dan bidang lain baik litigasi maupun nonlitigasi.

”Para pengusaha bisa lebih tenang menjalankan bisnis atau usahanya karena mereka mendapatkan pendampingan hukum yang jelas,” paparnya. Soedeson Tandra dalam acara tersebut menambahkan, seharusnya para pengusaha diberi kesempatan untuk bangkit kembali membangun usahanya saat dalam posisi terperangkap utang.

Namun yang kerap terjadi, pengusaha itu justru malah dipailitkan. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan semua pelaku usaha lebih sadar hukum serta memahami risiko-risiko yang akan timbul dalam menjalankan bisnisnya.(J14-18)

 

 

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.