SDM Kunci Gapai Perekonomian yang Lebih Baik

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek Ilham Akbar Habibie mengungkapkan kebijakan-kebijakan terkait kemudahan berusaha serta investasi memang sangat penting guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Hanya saja lantas jangan membuat regulasi terkait SDM menjadi dikesampingkan. Keduanya harus berjalan beriringan hingga dapat memunculkan sebuah hasil yang signifikan. “Pemerintah jangan hanya pro bisnis tetapi juga pro SDM. Pemerintah harus memberikan arahan yang tepat. Buat peraturan dan awasi penegakkannya. Jalankan sesuai kebutuhannya,” ujar Ilham di Jakarta, Rabu (22/11).

Caranya, sambung Ilham, bisa dengan menguatkan program vokasional. Pemerintah harus bisa menyesuaikan kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri. Jika hal itu diterapkan dengan baik, industri akan mendapatkan SDM yang berkualitas, tenaga kerja pun terserap dengan optimal.
 
“Yang saya lihat saat ini kita sangat kekurangan SDM untuk perusahaan rintisan (startup) sehingga masih banyak mengimpor SDM dari India, Filipina dan lain-lain. Industri itu tidak hanya butuh sosok yang pintar tetapi juga berpengalaman, senior dan punya jaringan luas,” tuturnya.
 
Pada dasarnya, ia melihat Indonesia tidak kekurangan talenta-talenta cemerlang luar biasa. Begitu banyak pelajar serta mahasiswa yang mengharumkan nama bangsa melalui kompetisi-kompetisi di kancah internasional.
 
Para wakil negara itu, lanjut Ilham, mampu menciptakan berbagai pembaruan yang diapresiasi dunia. Namun yang menjadi persoalan ialah ketika tidak ada jembatan antara inovasi dengan industri sehingga seolah-olah semua yang telah dilakukan menjadi sia-sia.
 
“Itulah yang harus diperhatikan. Lompatan dari inovasi ke industri. Saat ini masih sangat sulit. Keunggulan SDM harus kemudian dilanjutkan dengan keunggulan kelompok, keunggulan sistemik,” papar putra BJ Habibie itu.
 
Maka dari itu, di masa mendatang, menurutnya, pemerintah harus dapat mengembangkan perekonomian yang berlandaskan SDM, ilmu pengetahuan dan inovasi, dimana saat ini hal itu belum menjadi karakteristik bangsa.
 
Pemerintah, imbuhnya, harus dapat membangun jembatan antara kemampuan SDM dan industri sehingga Indonesia bisa menjadi sebuah negara yang memiliki keunggulan kompetitif, tidak hanya komparatif.
 
“Kita ini negara eksportir, tetapi lebih dari 50% yang diekspor itu hasil sumber daya alam, jadi ini semua karena ketersediaan, keunggulan komparatif. Ke depan, kita harus bisa menjual barang dan jasa karena memang memiliki kualitas yang lebih baik, ada keunggulan kompetitif dan itu perlu teknologi dan SDM yang terdidik,” jelasnya.
 
Baginya, SDM, teknologi dan inovasi adalah sebuah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Semua saling terhubung hingga akhirnya dapat menciptakan era perekonomian baru yang kini tengah berkembang pesat.
 
Di sektor lain, ia melihat pemerintah telah berada pada jalur yang tepat dengan berbagai kebijakan yang telah dibuat, seperti penguatan manufaktur dan infrastruktur, serta pengoptimalan pariwisata.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.