SGS Diharapkan Jaga Eksistensi Pasar Tradisional

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo berharap, event ”Solo Great Sale (SGS) 2018” yang digelar selama sebulan hingga 28 Februari, mampu menjaga eksistensi dan mengangkat citra pasar tradisional. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengikutkan seluruh pasar tradisional, yakni 44 pasar dalam SGS keempat tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu hanya empat pasar tradisional yang diikutkan.

Wali Kota juga berharap, pemenang hadiah utama berupa rumah dan mobil diraih konsumen yang berbelanja di pasar tradisional, sama seperti tahun lalu, yang hanya belanja bumbu dapur dan nilainya tidak terlalu besar. Selain menawarkan diskon cukup besar hingga 70%, selama great sale berlangsung juga digelar lomba pasar tradisional yang difasilitasi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo, lomba itu meliputi lomba keramaian pasar atau pasar heboh, nilai transaksi yang paling tinggi, nilai transaksi yang paling tinggi menggunakan nontunai, dan kepala pasar dalam memimpin dan melakukan penataan.

”Dengan target transaksi senilai Rp 425 miliar atau dua kali lipat tahun lalu, saya berharap SGS yang digelar selama sebulan mampu mendongkrak pasar tradisional, mal maupun tenan atau peserta yang ikut SGS.

Bagi masyarakat yang keberatan belanja di mal atau supermarket, silakan belanja di pasar tradisional. Siapa tahu dapat hadiah mobil, rumah, atau sepeda motor,” kata Wali Kota yang akrab disapa Rudy itu ketika menyampaikan sambutan pada pembukaan SGS 2018 di kawasan car free day di Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (28/1).

Adapun SGS 2018 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Juga dihadiri para pejabat dari sejumlah kementerian, dinas terkait, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono.

Menarik Wisatawan

”Pemerintah provinsi selalu mendukung dan mendorong segala kegiatan yang mampu membuat perekonomian daerah menggeliat. Saya mengapresiasi teman-teman di Solo yang berani membuat gebrakan menggelar great sale di saat tingkat hunian hotel mengalami low season.

Saya berharap, dengan diskon besar yang ditawarkan dalam great sale, okupansi hotel meningkat serta penjualan di mal, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan lainnya menjadi laris manis,” kata Ganjar ketika membuka acara. Hal senada dikatakan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthi Reko Astuti.

Pihaknya mengapresiasi SGS yang bisa digelar hingga empat kali secara rutin. Apalagi yang dilibatkan tidak hanya pedagang besar dan mal, namun para pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta pedagang pasar tradisional juga dilibatkan. ”Kota Solo tidak punya destinasi wisata alam yang bisa ditawarkan.

Nah, event MICE dan wisata belanja seperti Solo Great Sale inilah yang bisa ditawarkan untuk menarik wisatawan,” kata Esti. Sementara itu, Ketua Panitia SGS 2018, Gareng S Haryanto yang juga Ketua Kadin Surakarta menargetkan akan meraup transaksi senilai Rp 425 miliar selama sebulan pelaksanaan SGS.

Pihaknya juga mentargetkan 5.000 tenan/peserta, jauh lebih banyak ketimbang tahun lalu. Mulai dari pasar tradisional, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hotel, toko dan mal, dealer mobil dan kendaraan, hingga maskapai penerbangan.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.