Dialog Kebangsaan Bersama Surya Paloh

Dunia usaha memerlukan ketenangan agar bisa terus bergerak maju mendukung pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini membuat pelaku usaha prihatin.

Hal itu diungkapkan pengusaha nasional yang juga Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menjadi pembicara kunci dalam Dialog Kebangsaan ”Menumbuhkan Semangat Wirausaha Guna Meningkatkan Dunia Usaha dan UMKM Menuju Jawa Tengah Mandiri dan Berdikari” di Hotel Gumaya, Semarang, Minggu (27/11).

Turut hadir sebagai pembicara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pengusaha asal Jateng Siswono Yudhohusodo, Ketua DPW Partai Nasdem Jateng Setyo Maharso, dan Ketua Umum Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono, dengan moderator anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Akhmad Muqowam.

Hadir pula Jaksa Agung M Prasetyo serta ratusan pengusaha pengurus Kadin se-Jateng. Surya Paloh mengatakan, kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semestinya tidak memicu perhatian yang besar hingga menimbulkan kegaduhan. Kondisi seperti itu membuat dunia usaha waswas.

Berkaca dari hal tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menanamkan semangat kebangsaan. ”Dalam kasus Ahok, pelaku dunia usaha saya pikir akan mempunyai perspektif yang sama, yakni potensi stagnasi perekonomian,” jelasnya.

Dengan situasi yang tenang, imbuhnya, investasi akan terus berkembang dan semakin banyak investor yang akan menanamkan modal. Apalagi pemerintah pro pada dunia usaha. Banyak kebijakan yang memberikan stimulus bagi pelaku bisnis. ”Karena itu kita perlu terus berusaha menghasilkan daya tarik, sehingga investor dari luar datang. Berbagai kebijakan yang memberikan keuntungan dalam dunia usaha, kita sambut dan dukung,” tegasnya.

Posisi Ketiga

Ia memaparkan, letak geografis Indonesia yang strategis merupakan peluang bagi pelaku usaha. Sumber daya alam (SDA) yang beragam menjadikan bangsa ini semakin lengkap. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, meski kondisi ekonomi global belum pulih, Indonesia kini berada di posisi ketiga dalam pertumbuhan ekonomi di Asia.

”Ada keyakinan, pertumbuhan ekonomi akan mencapai lima persen. Ekspor ke Amerika tumbuh 11,5 persen,” ujarnya. Kementerian Perdagangan akan mengambil peluang bisnis dalam setiap negosiasi bilateral. ”Itu memang sangat melelahkan. Tetapi karena untuk kepentingan perdagangan, kami harus mau dan tetap semangat. Dari sisi ekspor begitu besar. Bapak Presiden meminta kami membuka pasar.

Negara di kawasan Timur Tengah menjadi prioritas untuk diajak kerja sama,” jelasnya. Atas dasar itu, Kementerian Perdagangan berkomitmen mengumpulkan para pengusaha untuk memasuki pasar baru di Timur Tengah. ”Tugas pemerintah sebagai fasilitator. Sampai saat ini surplus neraca perdagangan 6,9 miliar dolar AS,” kata Enggartiasto.

Categories: Cuisines,Miscellaneous,News

Tags: ,

Leave A Reply

Your email address will not be published.