Unnes berdayakan wanita tani Gunungpati

Unnes berdayakan wanita tani Gunungpati

Unnes berdayakan wanita tani Gunungpati

Semarang, (Antaranews Jateng) – Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberdayakan Kelompok Wanita Tani Mandiri di Kelurahan Cepoko, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, untuk mengembangkan diversivikasi olahan buah-buahan lokal.

“Selama ini, Cepoko kan terkenal dengan kebun buahnya yang menghasilkan jambu,” kata Kepala Pusat Kependudukan dan Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes Dr Nana Kariada di Semarang, Rabu.

Untuk meningkatkan nilai jual produk, kata dia, diberikan pelatihan diversifikasi olahan pangan dari bahan baku buah lokal tersebut, apalagi di Cepoko juga memiliki susu sebagai potensi lokal.

Dengan pelatihan itu, ia menjelaskan kelompok wanita tani di Cepoko bisa mengolah menjadi pie susu, cake tape susu, bolu pelangi jambu, hingga chiffon cake orange yang juga bisa dipasarkan secara luas.

“Kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang selaku pemangku wilayah. Tidak hanya berhenti di pelatihan ini, kami akan terus berikan pendampingan mengenai pemasaran produk olahan buah lokal itu,” katanya.

Ketua Tim Pengabdi Unnes Prof Etty Soesilowati menjelaskan program pemberdayaan masyarakat itu merupakan upaya mengembangkan potensi Gunungpati sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.

“Pada 2017, Kelurahan Cepoko juga memiliki tema khusus Kebun Buah Cepoko (Kebuce). Ya, ini sebagai sinergi Unnes dengan program kampung tematik yang digarap Pemkot Semarang,” katanya.

Program pengabdian Unnes, kata dia, tidak hanya berhenti pada pelatihan diversifikasi, tetapi akan terus berlanjut hingga kegiatan pemasaran dan penjaringan mitra untuk mengembangkan potensi yang ada.

“Ya, ini sebagai bentuk hilirisasi riset yang kemudian diaplikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian. Kami akan terus berikan pendampingan kepada kelompok wanita tani di Cepoko,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani Mandiri di Cepoko, Ismiyati mengatakan pelatihan diversifikasi olahan produk buah lokal itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan anggotanya.

“Sudah ada 18 anggota KWT Mandiri yang mendapatkan pelatihan diversifikasi. Tentunya, mereka bisa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk berwirausaha memanfaatkan potensi lokal,” katanya.

Apalagi, kata dia, hasil olahan buah-buahan lokal itu nantinya bisa dipasarkan di Kebun Buah Cepoko yang akan semakin memperkaya produk buah lokal yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. 

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.