Article

Pelatihan Kemasan dan Label Produk Makanan Olahan

Category: News / June 26, 2017

Keterbatasan akses informasi dan pemahaman tentang kemasan di tingkat pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) masih sangat rendah di Indonesia. Begitu juga di Jawa Tengah masih banyak pelaku UKM yang terkendala dengan masalah kemasan.

 

Dikatakan praktisi Thomas Ghozali, kemasan sangat penting dalam mendongkrak kualitas produk dan pemasaran. “Berdasarkan hasil survey 80% pengunjung, konsumen membeli sesuatu secara spontan karena melihat kemasan,” ujarnya dihadapan puluhan peserta pelatihan Kemasan dan Label Makanan Olahan yang diadakan Edukadin Kadin Jateng bekerjasama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan, di Gedung JDC, kemarin.

 

 

Lanjut dia, banyak pelaku UKM yang belum memahami pentingnya pengukuran kuantitas produk yang dikemas. Demikian pula dengan pemasangan label kemasan yang berisikan identitas produk. Akibatnya, produk yang dihasilkan UKM tersebut tidak punya daya saing untuk pasar global. “Apalagi nanti saat AFTA 2015, produk dari negara ASEAN masuk ke Indonesia, kita harus bebenah,” ujarnya.

 

Jika pelaku UKM tidak mulai membehani produknya mulai dari, kemasan produk, pemasaran produk, standar dan persyaratan kemasan (Kemasan Produk di Indonesia & Kemasan Produk untuk Ekspor), label informasi kemasan, barcoding, desain kemasan produk, bisa jadi pelaku UKM hanya menjadi penonton saja. 

“Saya berharap pelaku UKM di Jateng ini bisa segera bebenah. Sudah ada regulasinya, di UU Pangan no 7 tahun 1996 tentang perlindungan pangan dimana produk/ kemasan tidak diperbolehkan jika mengeluarkan cemaran yang membahayakan,” tegas dosen IPB ini.

 

            Faktor penting fungsi kemasan kata dia, harus memperhatikan faktor pengamanan, faktor ekonomi, faktor pendistribusian, faktor komunikasi, faktor ergonomi, faktor estetika dan faktor identitas. “Salah satu syarat penting labeling adalah kejujuran, pada kemasan  harus mencantumkan syarat label ketentuan produksi. Karena dengan kemasan yang baik akan membuat sebuah opini di konsumen bahwa produk pangan tersebut diolah melalui mekanisme pengolahan,” tegasnya juga menjelaskan terkait teknologi kemasan makanan dan minuman kepada peserta pelatihan.

 

Sementara itu Kabid Komunikasi Bisnis Kadin Jateng Sri Gendari Agustini mengatakan diharapkan dengan pelatihan ini peserta dapat mengetahui peran kemasan dalam pemasaran produk serta mengetahui standar dan persyaratan kemasan Indonesia. “Peserta dapat mengetahui dasar-dasar produksi kemasan produk, apalagi menghadapi AFTA mendatang,” ujarnya.

 

Untuk diketahui pelatihan Kemasan dan Label Makanan Olahan ini diadakan selama 3 hari mulai 3-5 September. Di hari kedua diisi oleh praktisi Eddy Syahbudi dengan materi label kemasan produk makanan dan minuman, barcoding, studi kasus. Hari ketiga diisi oleh Hendriana W dengan materi desain kemasan produk makanan dan minuman yang baik, konsultasi desain kemasan. Selama pelatihan berlangsung peserta juga diajak berdiskusi  dan melakukan evaluaasi kemasan produk makanan. 

Thank for sharing!