Purwokerto (ANTARA) – Kegiatan pameran bursa kerja "Job Fair Virtual" harus digiatkan sebagai upaya untuk mengatasi masalah pengangguran, kata Bupati Banyumas Achmad Husein.

"Kondisi di Banyumas sekarang, di seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia, pengangguran menjadi masalah selain kesehatan dan ekonomi. Ini betul-betul menjadi beban yang berat bagi kami," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Bupati mengatakan hal itu saat membuka pameran bursa kerja "Job Fair Virtual" dengan tema "It's Time To Rise To The Better – Saatnya Bangkit untuk Lebih Baik" yang terselenggara atas kerja sama Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinnakerkop UKM) Kabupaten Banyumas dan Bursa Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Meskipun masalan pengangguran tersebut menjadi beban, dia mengatakan bukan berarti Pemerintah Kabupaten Banyumas harus mengeluh atau berpangku tangan.

Baca juga: Ada 4.287 lowongan baru di bursa kerja Banyumas

"Tetapi kita harus bergerak untuk menyelesaikannya, salah satu penyelesaiannya adalah dengan 'Job Fair Virtual'. Walaupun dibandingkan dengan kebutuhan riil atau keinginan masyarakat, ini masih sangat kecil, tetapi sekecil apapun pasti akan berarti. Oleh sebab itu, acara seperti ini harus digiatkan," katanya.

Ia mengaku pernah menyampaikan bahwa kegiatan pameran bursa kerja adalah memetik buah yang telah matang.

"Artinya, perusahaan-perusahaan ibarat pohon-pohon yang kemudian berbuah dan dipetik setelah matang," katanya menjelaskan

Menurut dia, ada banyak perusahaan di seluruh Indonesia yang dapat dipetih, sehingga harus dicari lalu dikumpulkan dan digelar untuk masyarakat.

Selanjutnya, masyarakat dipersilakan untuk memilih sesuai dengan kualifikasinya.

"Ada yang cuma bekerja sebagai 'office boy', ya ambillah kesempatan bekerja sebagai 'office boy'. Ada yang bekerja sebagai 'cleaning service', ambillah sebagai 'cleanning service', ada sebagai manajer, ya ambil sebagai manajer, sesuai dengan kemampuannya, masing-masing punya kompetensinya sendiri-sendiri," kata Bupati.

Kendati demikian, dia mengakui pencari kerja di Banyumas paling banyak adalah lulusan sekolah menengah pertama dan sekolah dasar.

"Inilah yang menjadi tantangan kita ke depan, bagaimana menyelesaikan masyarakat kita yang tingkat pendidikannya ini masih relatif rendah. Bagaimana mereka diselesaikan, 'wong' yang sarjana saja kadang-kadang susah mencari pekerjaan, apalagi yang pendidikannya rendah. Oleh sebab itu, kita harus cari terobosan, mencari cara, jalan keluar bagi teman-teman kita yang seperti itu," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan lowongan pekerjaan bagi masyarakat berpendidikan rendah sebenarnya banyak, misalnya di industri garmen, pabrik sepatu, pabrik boneka, dan sejenisnya.

Menurut dia, jenis pekerjaan pada perusahaan-perusahaan tersebut memerlukan keterampilan tangan, bukan keterampilan otak. "Otaknya tetap dipakai, tetapi tidak harus sangat pandai," katanya.

Terkait dengan hal itu, Bupati mengatakan pihaknya harus menarik perusahaan garmen sebanyak-banyaknya untuk membuka usaha di Banyumas.

Pameran bursa kerja "Job Fair Virtual" diselenggarakan oleh Dinnakerkop UKM Kabupaten dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-450 Banyumas dan digelar secara rutin sejak dua tahun terakhir.

Pameran bursa kerja tersebut diikuti 21 perusahaan dengan menyediakan 4.287 lowongan untuk 61 formasi jabatan.

Dalam "Job Fair Virtual" kali ini, Banyumas berkesempatan menjadi kabupaten pertama yang menggunakan aplikasi atau laman bursa kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan RI, yakni jobfair.kemnaker.go.id.