Bulog Banyumas gelontorkan beras medium melalui KPSH

Bulog Banyumas gelontorkan beras medium melalui KPSH

Bulog Banyumas gelontorkan beras medium melalui KPSH

Banyumas (Antaranews Jateng) – Perum Bulog Subdivisi Regional Banyumas terus melakukan upaya stabilisasi harga pangan khususnya beras kualitas medium melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), kata Kepala Bulog Subdivre Banyumas Sony Supriyadi.
     
"Bulog diminta untuk melakukan semacam operasi pasar atau kegiatan pemenuhan penjualan beras kualitas medium di seluruh wilayah, baik melalui pasar-pasar, toko-toko, ataupun kios. Bila memungkinkan pemerintah desa melalui BUMDes-nya (Badan Usaha Milik Desa) bisa melakukan kerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan beras kualitas medium di masyarakat," katanya di Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Sony mengatakan hal itu kepada wartawan di sela peluncuran program KPSH untuk Kabupaten Banyumas yang dilaksanakan di Kompleks Pergudangan Klahan, Sokaraja, Banyumas.

Menurut dia, masyarakat atau pemilik kios yang ingin menjual beras kualitas medium dapat menghubungi Kantor Bulog Subdivre Banyumas di Jalan Jenderal Soedirman Timur, Purwokerto.

"Harga beras kualitas medium di gudang Bulog sebesar Rp8.100 per kilogram," katanya.

Ia mengharapkan beras kualitas medium tersebut dapat dijual dengan harga di bahwa harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.450 per kilogram.

"Bahkan, kami berharap agar bisa dijual dengan harga Rp9.000 per kilogram. Dalam KPSH ini, beras yang kami sediakan adalah kualitas medium," katanya.

Terkait dengan peluncuran KPSH, Sony mengatakan pihaknya menggelontorkan beras kualitas medium sebanyak 5 ton untuk dijual di empat lokasi, antara lain Pasar Wage dan Pasar Manis, Purwokerto.

Menurut dia, ketersediaan beras kualitas medium di gudang Bulog Subdivre Banyumas masih mencapai kisaran 17.000 ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan selama empat hingga lima bulan ke depan.

"Masa panen diperkirakan akan mulai berlangsung pada akhir bulan Februari atau awal Maret, sehingga kami dapat kembali melakukan penyerapan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Yunianto mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas secara rutin memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Dengan adanya pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat tentunya sudah merupakan pengawasan terhadap harga yang dilaksanakan setiap hari. Apabila ada lonjakan atau kenaikan, tentunya kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, misalnya yang menyangkut beras berkoordinasi dengan Bulog," katanya.

Ia mengharapkan program KPSH yang dilaksanakan Bulog dapat mengendalikan gejolak kenaikan harga beras kualitas medium di pasaran. 

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.