(024) 3561463/64 info@kadinjateng.com

Cara SCG Tekan Sebaran COVID-19 di Sukabumi


Pandemi COVID-19 tengah menjadi persoalan yang menghantui hampir seluruh negara di dunia. Upaya pencegahan sebaran virus ini pun datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga swasta sekali pun. Turut ambil andil dalam pencegahan sebaran pandemi ini, PT Semen Jawa dan PT Tambang Sukabumi sebagai anak perusahaan SCG  memulai langkah kecil dengan membangun sarana air bersih di Sukabumi.

Terletak di kampung Tanjungsari, desa Sirnaresmi, pembangunan sarana air bersih tersebut memungkinkan warga tak perlu lagi keluar rumah untuk menuju sumber air. Pipa-pipa telah dipasang untuk mengalirkan air langsung ke rumah warga. 

Selain itu, dibangun pula torrent untuk menjaga cadangan air. Sebelumnya, kemudahan akses serta ketersediaan air bersih menjadi kendala yang dihadapi warga dalam menjalankan gaya hidup bersih dan sehat. Sarana ini dapat mengalirkan air bersih untuk 156 Kepala Keluarga yang tersebar di tiga RT di kampong tersebut.

Pembangunan sarana air bersih ini merupakan salah satu upaya SCG untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, melalui kegiatan Bina Lingkungan atau BiLik Semen Jawa.

“BiLik Semen Jawa sejak tahun 2017 memberikan kesempatan bagi seluruh karyawan untuk berkontribusi dan terlibat langsung menjaga lingkungan sekitar dengan membawa semangat “Passion for Better Society”, jelas Somchai Dumrongsil, President Director of PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi di Sukabumi, Selasa (24/03/2020).

Para karyawan dan masyarakat bekerjasama menyelesaikan pembangunan sarana air bersih ini selama kurang lebih satu bulan. Hal ini dilakukan menyusul imbauan pemerintah untuk menerapkan pola hidup sehat demi meminimalisir penyebaran COVID-19.

“Keberadaan sistem pipanisasi air bersih ke rumah warga akan memudahkan masyarakat Kampung Tanjungsari untuk mengakses air bersih tanpa harus keluar rumah sehingga kemungkinan paparan terhadap COVID-19 dapat diminimalisir,” ungkap Dedi Setiadi, Kepala Puskesmas Gunungguruh.

Somchai memastikan, program BiLik ini akan berlanjut di desa lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *