Jepara (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bakal memanfaatkan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) yang diterima pada 2020 untuk pemberdayaan industri rokok kecil setempat, menyusul kenaikan alokasi dana cukai yang diterima tahun ini.

"Alokasi DBHCHT yang diterima tahun ini mencapai Rp8 miliar atau naik Rp1,3 miliar dari alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp6,7 miliar," kata Pelaksana tugas Bupati Jepara Dian Kristiandi didampingi Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Jepara Edy Marwoto saat menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Pengawas dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus Gatot Sugeng Wibowo di Jepara, Rabu.

Ia mengungkapkan selain digunakan untuk bidang kesehatan dengan alokasi sebesar 57 persen sesuai ketentuan, selebihnya akan digunakan untuk pemberdayaan industri rokok, termasuk sosialisasi dan penindakan.

Baca juga: Penerimaan cukai KPPBC Kudus lampaui target

Kata dia, Pemkab Jepara akan berupaya melakukan pendekatan terhadap pelaku industri rokok.

"Harapannya, mereka bisa melakukan usaha secara legal dan mengikuti aturan. Bagi masyarakat yang selama ini ikut berkerja di sektor tersebut juga akan difasilitasi untuk melakukan wirausaha," ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, Pemkab Jepara akan menginventarisasi industri-industri rokok tersebut, kemudian diajak musyawarah bersama, antara pelaku industri, Pemkab Jepara, dan KPPBC Kudus.

Jajaran KPPBC Kudus juga diajak bersama-sama meninjau sejumlah pasar di Jepara untuk mengecek satu per satu toko yang selama ini juga menjual rokok, namun tidak mendapati penjualan rokok ilegal.

Sementara itu, Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Gatot Sugeng Wibowo menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin baik.

Jumlah pabrik rokok di Kabupaten Jepara, katanya, tercatat ada 29 pabrik rokok.

Dari jumlah tersebut, selain milik PT Djarum, ada juga beberapa industri rokok buatan tangan atau jenis (SKT), baik golongan II maupun golongan III.

Ia berharap agar pembinaan industri rokok dapat ditingkatkan, terutama industri rokok yang ada di Desa Robayan.

"Kami juga akan membantu kemitraan dengan perbankan terkait permodalannya," ujarnya.

Baca juga: KPPBC selamatkan kerugian negara Rp937,3 juta
Baca juga: Kenaikan tarif cukai rokok tak pengaruhi pemesanan pita cukai