Defisit APBD Jateng dinilai sangat bagus

Defisit APBD Jateng dinilai sangat bagus

Defisit APBD Jateng dinilai sangat bagus

Semarang (ANTARA) – Ekonom dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Judi Budiman menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jawa Tengah sebesar 2,56 persen sangat bagus, atau di bawah kategori batas defisit 3,5 persen dari perkiraan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2020.

"Padahal defisit 3,5 persen ini, seturut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 125/PMK.07/2019, masuk kategori sangat rendah," kata Judi Budiman, M.Sc., Akt. di Semarang, Senin malam.

Ia mengemukakan hal itu ketika merespons Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Provinsi Jateng Tahun Anggaran 2020 yang hingga sekarang masih proses evaluasi di Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Diketok, APBD Jateng 2020 capai Rp28,3 triliun

Sebelumnya, DPRD dan Gubernur Jateng menyetujui pengesahan Ranperda tentang APBD menjadi Perda APBD Jateng Tahun Anggaran 2020 melalui rapat paripurna di Semarang, Selasa (12/11), dengan defisit sebesar Rp725.499.375.000,00 atau 2,56 persen dari total pendapatan sebesar Rp28.301.075.368.000,00.

Sementara itu, berdasarkan PMK Nomor 125/PMK.07/2019 tentang Batas Maksimal Kumulatif Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Batas Maksimal Defisit APBD, dan Batas Maksimal Kumulatif Pinjaman Daerah Tahun Anggaran 2020 terdapat lima kategori.

Pasal 3 Ayat (1) PMK disebutkan bahwa batas maksimal defisit APBD Tahun Anggaran 2020 masing-masing daerah ditetapkan berdasarkan kategori kapasitas fiskal daerah sebagai berikut.

Kategori sangat tinggi sebesar 4,5 persen; kategori tinggi sebesar 4,25 persen; kategori sedang sebesar 4 persen; kategori rendah sebesar 3,75 persen; dan kategori sangat rendah sebesar 3,5 persen dari perkiraan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2020.

Baca juga: DPRD Jateng prioritaskan APBD 2020 untuk kepentingan rakyat

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.