Digitalisasi Percepat Pertumbuhan Industri Logistik

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah (Jateng) menilai era digitalisasi saat ini mempercepat pertumbuhan industri logistik di Jateng. Tidak hanya dari aspek persebaran usaha logistik yang semakin merata di provinsi ini, tetapi juga tingkat kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bidang logistik dan distribusi yang semakin meningkat.

Wakil Ketua Umum Kadin Jateng Bidang Logistik, Ari Wibowo mengungkapkan, peta usaha logistik di Jateng sangatlah beragam di mana digitalisasi telah membuat banyak perubahan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Bidang logistik saat ini juga merambah pengangkutan dan distribusi barang serta warehousing (pergudangan) bertumbuh luar biasa. Kemajuan beberapa negara seperti Singapura atau Thailand yang sangat maju di bidang logistik juga bisa menjadi acuan untuk industri logistik di dalam negeri. ”Perubahan akibat digitalisasi ini sangat menyibukkan para pengusaha logistik. Sekarang banyak bertumbuhan usaha ini dan penyebarannya makin merata di Jateng.

Tidak hanya di Semarang, tetapi juga di Surakarta, Cilacap, Tegal, dan lainnya,” papar Ari Wibowo dalam diskusi Jagongan Obrolan Bisnis (Jago Bisnis) hasil kerja sama Kadin Jateng, TVKU, dan Suara Merdeka Network, di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Rabu (24/10) malam.

Dalam dialog bertema ”Logistik dalam Era Digitalisasi” itu juga menghadirkan narasumber lainnya, yakni Regional Manager Operasional dan Komersial PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Regional Jateng Hardianto serta dipandu moderator Myra Azzahra.

Birokrasi Transparan

Menurut Ari Wibowo, keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas saat ini juga sangat membantu proses keluar masuk barang dan lebih banyak lagi. Ke depan, diharapkan kapal-kapal bisa bersandar untuk memperlancar arus distribusi barang.

Proses birokrasi yang transparan saat ini juga dinilai sangat membantu pengusaha logistik ditambah dengan otomatisasi alat yang canggih sehingga membuat proses berjalan lebih efisien.

”Kami berharap Tanjung Emas bisa berkembang lebih baik dan menjadi jujugan investor karena memang selain UMR (upah minimum regional- Red) di Jateng sangat kompetitif, keberadaan pelabuhan ini tentunya sangat membantu dalam proses ekspor impor,” papar Ari.

Tenaga di bidang logistik pun, lanjut dia, dituntut juga untuk bisa memiliki keterampilan dan kompetensi di bidangnya. Saat ini ada sekitar 350 perusahaan, dan para staf harus memiliki sertifikasi uji kompetensi yang kan akan diupdate setiap tiga tahun sekali.

”Satu yang mungkin harus secepatnya direalisasikan untuk cool storage ikan khususnya dari pantura yang cukup banyak. Mungkin sekarang volumenya belum begitu banyak, tapi harus disiapkan mengantisipasi lonjakan,” imbuh Ari. Sementara itu, Hardianto dari Pelindo Regional Jateng menyatakan, pihaknya memang sudah berencana merancang cool storage di Tegal, namun saat ini belum terealisasi.

Menurut dia, tantangan yang cukup besar saat ini sedang dialami, khususnya penurunan tanah yang terjadi 15 centimeter (cm) per tahun sehingga saat air pasang maka air laut bisa masuk ke area pelabuhan. ”Pembuatan tanggul di sepanjang bibir dermaga dengan bangunan setinggi satru meter supaya air tidak masuk sudah dilakukan tahun 2014.

Namun dengan penurunan tanah yang terjadi air juga sudah mulai masuk ke area pelabuhan sehingga diprogramkan lagi untuk peninggian tanggul,” ungkap Hardianto. Dia mengungkapkan, meski pihaknya berupaya untuk melakukan peninggian tanggul tersebut, tetapi penurunan tanah terus terjadi mencapai 15 cm per tahun.

link Video : https://www.suaramerdeka.com/smtv/tonton/905/digitalisasi-picu-percepatan-industri-logistik-jawa-tengah

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.