Ekonomi Digital Bukan Hanya Potensi Tapi Kekuatan yang Luar Biasa

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menilai ekonomi digital di Indonesia bukan hanya potensi, melainkan kekuatan yang luar biasa. “Kita memiliki potensi yang luar biasa karena Indonesia telah membangun infrastruktur. Indonesia memiliki jenis potensi tapi bagaimana potensi ini diperkirakan menjadi kekuatan yang diharapkan untuk membangun sebuah bangsa dan untuk membangun desa, membangun dari sisi ekonomi tapi dalam konteks yang lebih luas,” katanya

Menurut Moeldoko, Pemerintah juga telah mengembangkan pelayanan berbasis elektronik untuk melayani dan memudahkan masyarakat. “Pemerintah juga telah berupaya meningkatkan kemudahan berusaha. Dan baru saja meluncurkan online single submission. Kita harapkan semua urusan-urusan bisa diselesaikan secara cepat,” ungkapnya.

Dalam pandangan Moeldoko, digitalisasi jika dimanfaatkan akan dapat membawa dampak yang luar biasa, bahkan leapfrog yang di lura imajinasi. “Kenya melakukan leapfrog dengan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing. Oleh karena itu, Presiden Indonesia juga mengeluaran peraturan pemerihtah mengenai peta jalan e-commerce dengan memberikan fokus pada delapan aspek mulai dari pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber dan manajemen pelaksanaan,” katanya.

Dengan acuan itu, menurut Kepala KSP, pemeritah menempatkan digitalisasi sebagai bagian dari ekosistem. “Pemerintah memberikan layanan untuk warganya, juga bekerja sama dengan swasta, konsultan dan akademisi untuk membangu ekosistem inovator ekonomi digital Indonesia,” tandasnya.

McKinsey & Company merilis hasil riset bertajuk Nusantara Digital: Bagaimana perdagangan online mendorong perkembangan ekonomi Indonesia. Riset itu mengupas dan memaparkan data besaran pasar perdagangan online, dampak sosial ekonomi, faktor dan cara mengatasi tantangan serta rekomendasi untuk mewujudkan Indonesia Digital.

“Realitas ekonomi digital di Indonesia dibangun dari tiga hal kunci, yaitu ekosistem ekonomi digital, talent atau sumberdaya manusia dan pemberdayaan usaha menengah,” kata Managing Partner McKinsey & Company Indonesia, Philia Wibowo.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.