Generasi Pengusaha Milenial Diajak Jokowi Perbaiki Ekonomi Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai mendekati para konglomerat milenial di Indonesia. Mereka adalah pengusaha generasi kedua yang merupakan anak para pengusaha kelas kakap tanah air.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (27/8/2018) ini pun membahas hal yang sama ketika Presiden Jokowi mengumpulkan pengusaha kakap di Istana Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2018.

Pada saat itu, Jokowi dan menteri kabinet kerja menjelaskan bahwa pentingnya pengusaha membawa pulang devisa hasik ekspor (DHE) ke Indonesia demi menyehatkan transaksi berjalan yang masih defisit sekitar 3%.

Hal itu pun dipaparkan kembali oleh orang nomor satu di Indonesia kepada para pengusaha generasi kedua di Indonesia. Ada sekitar 26 pengusaha yang bertemu dengan Jokowi, di mana 21 merupakan konglomerat milenial, dan sisanya Ketua Umum dan anggota Kadin Indonesia dari beberapa daerah.

Pertemuan yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretariat Negara Pratikno dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Mustika.

Pertemuan dilakukan di meja tengah Istana Merdeka, Jokowi pun duduk di tengah yang dikelilingi oleh para ‘konglomerat milenial’.

Dalam pertemuan tersebut, Mantan Wali Kota Solo ini pun mengajak para pengusaha kakap generasi kedua untuk ikut terlibat dalam memperbaiki transaksi berjalan yang masih defisit sekitar 3%.

“Kalau dulu orang berbicara takut pada perang dagang China-Amerika sekarang tambah lagi dengan urusan Turki dan nggak tahu ada kepastian apa lagi yang menyebabkan ekonomi dunia semakin tidak menentu,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Jokowi mengatakan, ketidakpastian global pun tak bisa diprediksi kapan berakhir dan berapa lama akan berdampak pada negara berkembang, seperti Indonesia.

Salah satu antisipasi yang harus dilakukan pemerintah, kata Jokowi, adalah dengan memperbaiki perekonomian dalam negeri.

“Ya artinya menurut saya internal kita sendiri yang harus diperbaiki. Saya kira sekarang problem terbesar kita masih ada di defisit transaksi berjalan, current account deficit (CAD), ini memang sudah lama sekali yang tidak diperbaiki, saya kira kita akan fokus di sana, termasuk terutama juga di neraca perdagangan,” tambah dia.

Jokowi mengatakan, perekonomian nasional harus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian global yang belum tahu kapan akan selesai.

Ketidakpastian global yang dimaksud adalah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, ditambah lagi krisis perekonomian Turki.

“Waktu saya ketemu Presiden Bank Dunia, Presiden Kim, saya tanya langsung gimana kira-kira prospek pertumbuhan ekonomi maupun keadaan ekonomi global secara umum, apa saranmu kepada Indonesia? Dia ngomong tidak punya saran, semuanya sulit diprediksi,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Senin (27/8/2018).

Dengan proyeksi tersebut, Jokowi pun menyebut bahwa hal yang bisa dilakukan adalah memperbaiki perekonomian dalam negeri. Di depan 26 anak pengusaha kelas kakap ini, Jokowi meminta ikut serta ‘konglomerat milenial’ di Indonesia membenahi CAD.

“Ini memang sudah lama sekali yang tidak diperbaiki, saya kira kita akan fokus di sana, termasuk terutama juga di neraca perdagangan,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah membenahi CAD, dengan menghemat devisa melalui program mandatori pemanfaatan biodiesel 20% (B20). Jokowi bilang, dari program tersebut pemerintah bisa hemat sekitar US$ 11 miliar.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa keseimbangan primer dikelola dengan baik oleh pemerintah. Pemerintah menargetkan keseimbangan primer lepas dari zona defisit.

Keseimbangan primer adalah selisih antara penerimaan dikurangi belanja yang tidak termasuk pembayaran utang. Keseimbangan primer biasanya anggaran yang berasal dari utang untuk membayar bunga utang.

Selain itu, Jokowi menuturkan masalah lainnya adalah keseimbangan primer. Pemerintah menargetkan bisa menyelesaikannya dalam kurun setahun. “Saya yakin dalam setahun ini kami bisa selesaikan,” tuturnya.

Berikut ini nama-nama pengusaha nasional generasi kedua yang hadir dalam pertemuan dengan Jokowi :

1. Rosan P. Roeslani, Ketua Umum Kadin Indoensia
2. Garibaldi Thohir (Adaro)
3. Anindya N. Bakrie (Bakrie Group)
4. Muki Hamami (Trakindo Utama)
5. Martin Hartono (PT Djarum)
6. Anthony Pradiptya (Plug and play)
7. Axton Salim (Salim Group)
8. Michael Soeryadjaya (Saratoga Investama Sedaya)
9. Michael Widjaja (Sinarmas)
10. Budi Susanto (Alfamart)
11. Arini Sarraswati Subianto (Persada Capital Investama)
12. Arif Patrick Rachmat (Triputra Agro Persada)
13. Arif Suherman (Cineplex)
14. Richard Halim Kusuma (Agung Sedayu Group)
15. Pandu Patria Sjahrir (Toba Bara)
16. John Riady (Lippo Group)
17. Alvin Sariaatmadja (Emtek)
18. Anderson tanoto (Royal Golden Eagle)
19. Yaser Raimi Arifin Panigoro (Medco Group)
20. Jonathan Tahir (Mayapada)
21. Ivan Batubara (Ketua Umum Kadin Sumatera Utara)
22. Dayang Donna Farouk (Ketua Umum Kadin Kalimantan Timur)
23. Arus Abdul Karim (Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah)
24. Kukrit Suryo Wicaksono (Ketua umum Kadin Jawa Tengah)
25. Gandi Sulistiyanto Soeherman (Sinarmas)
26. Agus Prayoga

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.