“Gethuk” : Makanan Sederhana Sang Penyelamat Jutaan Nyawa!


gethuk lindriGethuk atau getuk merupakan salah satu makanan tradisional yang telah banyak dikenal oleh masyarakat. Makanan tradisional ini berasal dari Jawa Tengah tepatnya daerah Magelang. Selain karena rasanya yang nikmat, gethuk juga digemari masyarakat luas karena harganya yang sangat terjangkau.

Sejarah Gethuk berawal pada jaman penjajahan Jepang, konon pada masa itu beras yang merupakan makanan pokok Indonesia, merupakan barang langka yang sulit untuk di temukan, sehingga penduduk lokal (asli) Magelang berupaya mengganti makanan pokok mereka dengan ketela, yang saat itu banyak terdapat di sekitar rumah dan mudah ditemukan di pasar.

Pionirnya adalah mbah Ali Mohtar yang berasal dari Desa Karet, Magelang yang pertama kali membuat getuk, ia mencoba berinovasi dengan ketela sehingga menjadi satu makanan yang menarik untuk dihidangkan dan tak membosankan untuk dimakan.

Filosofi dari getuk singkong adalah melambangkan kesederhanaan dan mempergunakan potensi yang kita miliki secara aktif dan kreatif sehingga membuat kita lebih mandiri dalam berbagai macam situasi. Pada dasarnya Getuk Singkong itu melambangkan kesederhanaan, nrimo ing pandum, qona’ah, apa adanya, dan jauh dari sikap konsumerisme atau gagah-gagahan semata.

Di saat-saat bangsa sedang dilanda krisis ekonomi yang berimbas pada fluktuasi harga barang dan sembako, dan berujung pada rendahnya daya beli masyarakat, maka rakyat diajak untuk mengeratkan tali pinggang meskipun hanya dengan mengkonsumsi singkong.

Dalam kondisi yang demikian, singkong pun bisa menjadi pilihan yang tepat untuk bertahan karena memang harganya yang murah dan bisa didapatkan di mana saja. Tanaman ‘kaum alit’ ini pun menjadi alternative penyelamat nyawa.

gethuk-coverFilosofi tentang singkong telah mengajarkan kepada kita bahwa kesederhanaan dan kerendah-hatian dan dibarengi dengan berbagai macam potensi diri yang memadai, akan menjadikan hidup kita lebih acceptable di segala ruang dan waktu. Jadi, janganlah gengsi bersentuhan dengan singkong khususnya olahan gethuk di tengah-tengah modernitas.

Untuk membuat gethuk yang nikmat relative mudah dan sederhana. Berikut resepnya buat kamu!

Bahan- Bahan:

  • Air untuk mengukus
  • 1/2 kg singkong, kupas, potong-potong
  • 150 gr gula pasir/Gula Jawa
  • 1/2 sdt garam dapur
  • 1/2 buah kelapa, parut dan kukus

*Jika ingin getuk yang berwarna putih, sebaiknya memakai gula pasir, untuk warna merah menggunakan gula jawa sedangkan warna hijau didapat dari perasan daun Suji.

Cara Pembuatan:

  • Singkong dikupas kulitnya, kemudian dicuci bersih dan dipotong-potong sekitar 5 cm.
  • Rebus singkong sampai matang. Angin-anginkan sampai uapnya hilang.
  • Campur singkong – sedikit Garam – Gula. Hancurkan sampai lumat.
  • Beri pewarna sesuai selera.
  • Sajikan hangat dengan taburan parutan kelapa.
cake-box

Cake box juga cocok digunakan sebagai kemasan gethuk.

Selain mudah untk dibuat, jajanan gethuk juga memiliki prospek bisnis yang cukup bagus. Hal ini tak lepas dari mulai populernya kembali jajanan-jajanan lawas. Tak ayal jika gethuk menjadi salah satu yang paling banyak diburu konsumen.

Konsep gethuk premium quality juga bisa jadi ide bagus untuk usaha. Dibuat dengan bahan kualitas terbaik dan dimodifikasi dengan berbagai macam topping. Jika biasanya hanya dengan topping parutan kelapa, getuk juga bisa diberikan topping-topping lain seperti serutan keju cheddar, keju mozzarella, potongan buah dll.

Untuk menyempurnakan produk, jangan lupa gunakan kemasan yang menarik ya!. Gunakan cake box untuk menambah kesan eksklusif dan kesan mahal produk. Dengan kuaitas premium dari segi produk dan kemasan, tentu harga jual produk juga akan naik. Paling tidak bisa 3-4 kali lipat dari harga gethuk pada umumnya.

Demikian artikel tentang gethuk, sang jajanan tradisional yang harus dilestarikan. Semoga bermanfaat!

SHARE YUK!



Source link

Categories: Peluang Pasar

Leave A Reply

Your email address will not be published.