Infrastruktur Melesat, Bisnis Menggeliat

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di berbagai bidang. Sektor pariwisata dinilai sangat menjanjikan untuk digenjot menyusul dengan akses jalan tol serta terminal penumpang bandara yang baru.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Agus Riyanto mengungkapkan, Pemkot dalam hal ini tidak bisa sendirian dalam menggarap berbagai potensi yang ada untuk dikembangkan.

Dibutuhkan sinergi dengan berbagai kalangan asosiasi, termasuk juga dunia usaha untuk membangkitkan perekonomian yang kini semakin baik. ”Infrastruktur sangat memadai, pembangunan jalan tol dan akses menuju bandara misalnya, sangat membantu menumbuhkan perekonomian serta dunia pariwisata di Semarang dan Jawa Tengah,” ujar Agus Riyanto saat menjadi narasumber dalam program Jago Bisnis (Jagongan Obrolan Bisnis) di Studio TVKU, Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Rabu (7/11).

Menurut Agus, berbagai perhelatan untuk menarik investasi lebih banyak lagi ke Kota Semarang juga sudah berjalan baik termasuk Sembiz belum lama ini. Jika sebelumnya Kota Semarang lebih dikenal sebagai kota transit, saat ini dia menilai Semarang justru bukan lagi menjadi kota yang hanya ”numpang lewat” saja. Hal ini bisa terlihat jika biasanya hotel-hotel banyak terisi saat weekday, kini pada akhir pekan atau weekend hotel banyak yang terisi penuh. ”Ini membuktikan geliat pertumbuhan bisnis dan pariwisata khususnya menjadi sebuah fakta yang harus terus digarap dengan optimal ke depan,” ungkap Agus.

Kontribusi PAD

Apalagi dengan bertumbuhnya hotel dan restoran, lanjut dia, akan meningkatkan pula kontribusi pajak hotel dan restoran untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang. ”Keberadaan hotel dan restoran sangat membantu kontribusi PAD, jadi memang sektor pariwisata ini menjadi sesuatu yang sangat seksi untuk digarap. Mari bersama-sama kita membuat terobosan mungkin dengan asosiasi dan pengusaha supaya lebih banyak lagi event-event wisata mengisi kalender pariwisata kunjungan di Semarang,” ujar Agus.

Narasumber lain, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menyampaikan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah sinergi Pemkot dengan asosiasi dengan membangun komunikasi positif. ”Tentu saja hal ini membutuhkan konsistensi, terutama bagaimana bisa memfasilitasi dan menjembatani keinginan pengusaha di Kota Semarang supaya jalannya usaha ini bisa berjalan lancar,” kata Arnas dalam program dialog yang digelar atas kerja sama Kadin Jateng dan Suara Merdeka Network itu.

Arnas mengungkapkan, perizinan menjadi salah satu faktor pendorong bagaimana pengusaha bisa lebih mudah dalam menjalankan usahanya. ”Dengan proses perizinan yang cepat akan memberikan kepastian dalam berusaha,” terang Arnaz.

Agus Riyanto menambahkan, kearifan lokal yang ada ini juga menjadi sebuah hal yang harus terus didorong untuk dijadikan hal menarik sehingga membuat pengunjung tertarik untuk datang ke Kota Semarang. Tidak hanya mengenai budaya atau tempat yang sudah ada, tetapi bagaimana mengemasnya secara unik dan menarik. Dia mencontohkan, aplikasi Smartcity di Kota Semarang juga menjadi salah satu daya dorong positif dalam pengembangan usaha dan investasi.

Menurut dia, sudah banyak titik-titik yang terkoneksi menjadi satu kesatuan yang akan membantu integrasi kota pintar dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Arnaz, Kadin Kota Semarang sendiri ke depan akan lebih banyak menggandeng komunitas wirausaha yang kini semakin banyak, di mana sangat positif turut mendorong perekonomian. ”Profesionalitas menjadi satu sikap yang harus dipegang teguh para pengusaha jika ingin sukses menjalankan usahanya. Ini mungkin yang masih belum banyak kita temui dan harus terus didorong,” terang Arnaz

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.