Kadin Turut Nguri-uri Budaya

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) 2018 juga dimeriahkan dengan Kirab Budaya Kadin Indonesia, Selasa (27/11). Sebanyak 740 pengusaha terlibat dalam kirab tersebut sebagai bagian dari komitmen Kadin turut nguri-uri budaya.

Ketua Kadin Surakarta Gareng S Haryanto mengungkapkan, kirab menjadi momentum untuk mengenalkan Solo lebih luas kepada masyarakat Indonesia. Selain itu, acara tersebut juga bentuk menjaga budaya Jawa. ”Kirab diikuti ketua umum provinsi kadin se-Indonesia dan pengusaha lainnya. Kegiatan sebagai bentuk peningkatan promosi Kota Bengawan kepada masyarakat. Momen ini kami manfaatkan sebaik mungkin. Tentu, tak meninggalkan unsur budaya Jawa Tengah,” kata Gareng saat Kirab Budaya Kadin 2018, Selasa (27/11).

Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Rapimnas Kadin 2018 Daryono, mengatakan kirab itu merupakan pertama kalinya yang digelar sepanjang sejarah Rapimnas Kadin sejak 1968. ”Ini juga menjadi pencapaian Kadin di usia ke-50. Kami berharap, kirab juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Solo sebagia Kota Budaya dan MICE,” kata dia.

Kostum Unik

Kirab dimulai dari Stadion Sriwedari menuju panggung utama di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Kantor Pos Surakarta. Berbagai kostum unik ditunjukkan masing-masing peserta dari berbagai badan usaha yang terlibat sore itu. Beberapa kendaraan juga dihias sehingga selaras dengan peserta yang berjalan selama kirab berlangsung.

Mewakili berbagai potensi di Solo, perwakilan dari pasar tradisional, sanggar seni busana, Keraton Solo, dan sebagainya ikut memeriahkan kirab. Sebanyak 12 kereta kencana dan 50 kereta hias juga ditampilkan. Turut hadir dalam kirab, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan PRoeslani serta Ketua Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono yang menaiki kereta kencana. ”Sejumlah hotel terkemuka di Kota Bengawan diikutsertakan. Mudah-mudahan kegiatan itu memberi dampak promosi destinasi Solo,” kata Daryono.

Wali Kota Solo Fx Hadi Rudyatmo mengapresiasi kegiatan tersebut. Hal itu juga meningkatkan perekonomian di Solo. Sebelum kirab, dia menyambangi beberapa perajin batik yang mendapat banyak order terkait Rapimnas.

Pedagang kuliner juga mendapat untung, mengingat para peserta senang mencari makanan khas Solo. Begitu juga, usaha perhotelan. ”Kegiatan ini membuat potensi-potensi lokal terangkat. Ke depan dapat meningkatkan kunjungan wisata di Kota Bengawan,” kata Rudy.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.