Kemasan Kreatif Budaya Tumbuhkan Ekonomi Lokal

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus memacu masyarakat untuk terus berinovasi dan kreatif dalam mengemas beragam perhelatan budaya. Upaya pemerintah tersebut sejalan dengan keinginan untuk nguri-uri budaya yang begitu kental dalam keseharian masyarakat di Kota Solo.

Rasa memiliki, kebersamaan, dan gotong-royong diwujudkan dalam berbagai kegiatan dan didukung penuh oleh pemerintah.

Wakil Wali Kota Surakarta, Achmad Purnomo mengatakan, sebanyak 51 kelurahan yang ada juga terus dipacu agar mampu menunjukkan kegiatan budaya yang spesifik, seperti kirab budaya yang hampir ada setiap minggu. Pemkot pun memberikan fasilitas gamelan supaya masyarakat bisa memainkannya, lalu menari dan berkreasi untuk menghidupkan budaya di Solo. ”Kami dorong mereka untuk berkreasi dengan festival gamelan, wayang anak, wayang kulit, dan lain-lain, lalu mereka sendiri yang tampil dan berlomba-lomba memamerkan.

Dari sanalah ekonomi lokal yang ada di sekitanya akan terus tumbuh,” ungkap Achmad Purnomo dalam dialog Jago Bisnis bertema ”Budaya Tradisional sebagai Ekonomi Kreatif” di Studio TVKU, kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Rabu (26/9) malam.

Menurut Achmad, menjadi kebanggaan tersendiri saat digelar festival gamelan internasional belum lama ini. Diikuti peserta dari 15 negara, terdiri atas banyak grup memainkan gamelan begitu indahnya.

Banyaknya event budaya baik internasional maupun lokal itu tentu saja memiliki dampak yang luar biasa di berbagai sektor ekonomi di kota Solo. Setidaknya ada 60 event budaya dalam kurun waktu satu tahun di Kota Solo, di mana momentum itu tentu berpengaruh terhadap tingkat isian hotel, pariwisata hingga kuliner yang tersebar di berbagai wilayah.

Memakai Batik

”Kami minta ASN (Aparatur Sipil Negara-Red) di Pemkot Surakarta memakai batik hampir sepekan kecuali hari Senin dan Kamis, juga menggunakan beskap Jawi jangkep. Mereka belinya harus di industri kecil dan ini akan menumbuhkan wilayah di mana banyak industri batik dihasilkan,” imbuhnya.

Narasumber lain, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta Gareng S Haryanto mengatakan, sinergi antara pemkot dan Kadin selama ini berjalan sangat baik.

Dalam berbagai penyelenggaraan event termasuk juga ”Solo Great Sale” misalnya, pemkot memberikan diskon pajak selama satu bulan sebesar 30%. Hal itu akan sangat membantu para pelaku usaha untuk bisa memacu perekonomian di Kota Solo dan sekitarnya.

Dengan basis kota budaya, perdagangan, jasa dan pariwisata, menurut Gareng, perlu ditumbuhkan kegiatan-kegiatan positif lebih banyak lagi. Selain ”Solo Great Sale”, kegiatan ”Solo Creative Expo” juga bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa mendorong gairah perekonomian di wilayah yang diapit daerah seperti Boyolali, Karanganyar, dan Sragen.

Kadin sendiri terus memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha kecil, termasuk memfasilitas dengan perbankan bagi mereka yang kesulitan mendapatkan permodalan. ”Semakin banyak pengusaha baru bermunculan karena jeli melihat peluang. Tidak heran bertumbuhan usaha kuliner, batik hingga aksesori, di mana banyak anak-anak muda milenial ada di baliknya,” kata Gareng. 

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.