Pemerintah anggap penerapan GPN hemat devisa negara

Pemerintah anggap penerapan GPN hemat devisa negara

Pemerintah anggap penerapan GPN hemat devisa negara

Solo (Antaranews jateng) – Pemerintah Republik Indonesia menganggap penerapan Kartu Debit Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang merupakan keluaran dalam negeri dapat menghemat devisa negara dibandingkan kartu debit produk luar negeri, di antaranya Visa, Alto, dan Mastercard.

"Untuk transaksi di dalam negeri sebaiknya menggunakan kartu debit sendiri, kalau transaksi di luar negeri bisa menggunakan lainnya," kata Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Solo, Kamis.

Ia mengatakan jika menggunakan kartu keluaran luar negeri maka devisa akan lari ke luar negeri pula. Sebaliknya, jika menggunakan Kartu GPN maka biaya transaksi cukup dikelola di dalam negeri.

Hingga saat ini, tambahnya, sudah banyak negara yang menerapkan langkah serupa demi penghematan, di antaranya Jepang, Tiongkok, dan Singapura.

Sebelumnya, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA)?BI Surakarta Bhakti Artanta mengatakan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Surakarta segera menyosialisasikan Kartu Debit GPN seiring dengan efektivitas yang diperoleh masyarakat.

"Pada pertengahan bulan ini kami berencana mulai menyosialisasikan kartu GPN. Selama ini kan kita pakai banyak kartu debit yang dikeluarkan oleh berbagai perbankan, tetapi kartu GPN ini nantinya akan menggantikan kartu-kartu debit keluaran perbankan tersebut. Jadi cukup membawa satu kartu," katanya.

Ia mengatakan salah satu bentuk efektivitas lain dengan penggunaan kartu tersebut adalah nantinya tidak akan ada lagi "merchant discount rate" (MDR) yang dikenakan ke nasabah dalam setiap transaksi di merchant.

"Kalau selama ini kan dalam setiap pembelanjaan di merchant, biasanya ada biaya transaksi sebesar 1,6-2,2 persen. Nantinya biaya ini akan dikenakan ke merchant," katanya.

Oleh karena itu, jika dalam praktiknya nanti masih ditemui biaya transaksi dikenakan ke nasabah, pihaknya meminta agar nasabah tersebut segera melaporkan ke Bank Indonesia.

Sumber Berita

Categories: News

Leave A Reply

Your email address will not be published.