Magelang (ANTARA) – Dampak penyebaran Virus Corona pada kunjungan wisata di Jawa tengah tidak signifikan, kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sinung Nugroho Rahmadi.

"Dampak virus Corona pada wisatawan ada, tetapi tidak signifikan, karena wisatawan China yang berkunjung ke Jateng menduduki ranking 7 atau sekitar 0,25 persen," katanya di Magelang, Kamis.

Ia menyampaikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawateng sekitar 691.000 per tahun.

Selain itu, katanya, kejadian penyebaran Virus Corona itu saat musim sepi atau sedang tidak dalam liburan. Sebagian besar kunjungan ke Jateng dalam rangka seminar dan pembelajaran bisnis.

Baca juga: Jateng gencar promosi wisata ke Timur Tengah antisipasi turunnya wisman

Sinung menuturkan pada akhir Januari 2020 dari pintu Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo dipulangkan sebanyak 178 wisatawan asal China.

"Kemarin satu pintu dari Adi Soemarmo, Solo, 178 wisatawan kami kembalikan, karena kami mengutamakan kepentingan nasional. Waktu itu travel warning dari China belum keluar, tetapi kami antisipasi, kami  kembalikan dan agen tur bisa mengerti," katanya.

Ia menuturkan akhirnya keluar travel warning baik dari China maupun dari Pemerintah Indonesia.

"Sementara kami tutup dari dan menuju ke China. Kami hentikan dulu sampai batas waktu yang tidak ditentukan," katanya.

Ia berharap penanganan Virus Corona dilakukan secara koordinatif dari pusat ke daerah dan selesai dalam tiga bulan. "Supaya Agustus, September, Oktober 2020 kita bisa menerima mereka, karena itu peak season liburan," katanya.

Baca juga: Pemerintah diminta gencarkan strategi promosi pariwisata ke mancanegara
Baca juga: Virus corona tak pengaruhi kunjungan wisman ke Borobudur