Cilacap (ANTARA) – Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, sukses melakukan pengiriman perdana produk Pertalite melalui jalur laut pada hari Senin (5/4) sebagai bagian dari skema alih suplai kebutuhan BBM untuk wilayah Jabodetabek.

Pengapalan perdana produk Pertalite itu dilakukan Pertamina Refinery Unit IV Cilacap untuk mendukung alih suplai BBM pasca-insiden kebakaran tangki BBM T-301 di area Kilang Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Produk Pertalite tersebut diangkut kapal Ratu Ruwaidah dari Dermaga III Area Oil Movement (OM) 70, kompleks Pantai Teluk Penyu, Cilacap, menuju Integrated Terminal Balongan. 

"Ini komitmen kami guna mengamankan stok BBM untuk wilayah Jabodetabek yang sebelumnya disuplai dari Kilang Balongan," kata Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan.

Ia mengatakan loading Pertalite sejumlah 200 ribu barrel atau setara 32 ribu kilo liter (KL) itu sekaligus menjadi catatan sejarah pengiriman BBM khususnya Pertalite melalui jalur laut. 

Baca juga: Dukung suplai BBM, Pertamina RU IV Cilacap tingkatkan kapasitas produksi

"Sebelumnya, sejak awal tahun ini, Pertalite dari RU IV Cilacap dikirim ke Fuel Terminal Lomanis yang kemudian didistribusikan melalui jalur pipa ruas Cilacap-Yogyakarta dan Cilacap-Bandung," katanya. 

Menurut dia, keberhasilan itu menjadi wujud implementasi tata nilai BUMN, AKHLAK, yakni Adaptif. Dalam hal ini, adaptasi kilang terbesar milik Pertamina tersebut ditunjukkan dengan membangun fasilitas tambahan, sehingga Pertalite bisa loading melalui dermaga di Area OM 70 langsung ke kapal pengangkut. 

"Ke depan, dengan fasilitas ini, kami bisa lebih fleksibel mengirim BBM, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo ke wilayah manapun," katanya.

Hatim mengatakan pengiriman Pertalite ini merupakan bagian dari tambahan produksi sebesar 400 ribu barrel/bulan atau 20 persen dari produksi Pertalite RU IV sebelumnya yang sebesar 2 juta barrel/bulan atau setara 320 juta liter. 

"Pertalite merupakan bahan bakar khusus (BBK) dengan Research Octane Number (RON) minimal 90 dan kandungan sulfur maksimal 500 ppm. Artinya, Pertalite jelas lebih ramah lingkungan,” jelas Hatim.  

Pengapalan perdana dari kilang terbesar milik Pertamina itu diawali doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Hasbunallah Area OM 70 yang dihadiri oleh General Manager RU IV Joko Pranoto; SMOM Didik Subagyo, tim manajemen, dan section head.  Doa bersama dipimpin oleh KH Hasan Makarim yang juga disebarluaskan melalui layar virtual.

Baca juga: Pertamina Cilacap berikan pelatihan untuk pulihkan warga terdampak bencana
Baca juga: Pertamina Cilacap gelar doa bersama dan santunan anak yatim