Semarang (ANTARA) – PT Pertamina (Persero) menginisiasi program “Pinky Movement” yang merupakan modifikasi dari program kemitraan BUMN dengan menggandeng pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menyalurkan LPG nonsubsidi Bright Gas.

Untuk wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, program Pinky Movement dilaksanakan oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV dengan tahapan awal sebanyak 31 pelaku UMKM di wilayah Boyolali bergabung dalam program tersebut dengan total nilai penyaluran program sebesar Rp2.455.000.000.

Pjs General Manager Pertamina MOR IV Rahman Pramono Wibowo menjelaskan program kemitraan Pinky Movement memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM bersinergi dengan Pertamina untuk menyalurkan LPG nonsubsidi yaitu bright gas.

"Para pelaku UMKM kesehariannya tidak lepas dari penggunaan bahan bakar LPG baik itu penjual atau pangkalan LPG ataupun usaha-usaha seperti kuliner yang menggunakan LPG sebagai bahan bakarnya," kata Rahman.

Tujuan lain dari program tersebut adalah mengedukasi pelaku UMKM dan masyarakat agar penyaluran LPG menjadi tepat sasaran, karena selama ini masih banyak para pelaku usaha maupun masyarakat yang belum paham terkait perbedaan dan peruntukkan LPG subsidi dan nonsubsidi.

LPG 3 kg tabung hijau yang merupakan program subsidi pemerintah masih sering dijumpai digunakan oleh masyarakat mampu, sehingga melalui program Pinky Movement menjadi edukasi terkait penyaluran LPG agar tepat sasaran.

Pertamina MOR IV menargetkan penyaluran program kemitraan pada tahun 2020 sebesar Rp18 miliar pada tahun 2019 dan berhasil menyalurkan program kemitraan sebesar Rp31 miliar dengan jumlah 500 mitra binaan UMKM yang tersebar di wilayah Jateng DIY.

“Jumlah dan nilai tersebut tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Sesuai amanat dari Kementerian BUMN selama pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia, seluruh BUMN akan mengoptimalkan penyaluran program kemitraan untuk membantu para pelaku UMKM agar bangkit kembali. Program Pinky Movement merupakan salah satu cara dari Pertamina untuk mencapai tujuan dari kementerian BUMN tersebut," kata Rahman.

Muhammad Fahrudin selaku salah satu pengaju program kemitraan (program pinky movement) di wilayah Boyolali menambahkan dirinya merasa terbantu dengan adanya program kemitraan tersebut karena sebagai pelaku usaha peternakan ayam dirinya mengharuskan untuk menggunakan LPG nonsubsidi.

“Program kemitraan dari Pertamina ini sangat membantu UMKM untuk dapat terus menjalankan usahanya dengan biaya pinjaman murah yang hanya tiga persen dalam satu tahun, terutama saat ini ketika semua sektor usaha terdampak pandemi," jelas Fahrudin.