Program Indonesia Mart untuk Optimalkan Ekspor

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah (Jateng) menggandeng S.E.A Business Centre (SBC) Singapura untuk membantu memfasilitasi ekspor produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari 35 kabupaten/kota di Jateng.

Selain memprioritaskan untuk negara tujuan ekspor di ASEAN, SBC Singapura juga mulai menjajaki masuk ke pasar Asia Tengah seperti Kazakhstan dan Uzbekistan yang merupakan negara pecahan Uni Soviet, di mana penduduknya didominasi umat muslim, sehingga bisa menjadi pasar yang potensial bagi produkproduk halal Indonesia.

‘’Food and beverage paling mudah untuk masuk, lalu fashion dan lifestyle salah satunya kosmetik halal dan travel tourism yang akan kita fokuskan di satu sampai dua tahun pertama,’’ ujar Chief Marketing Officer S.E.A Business Centre Pte Ltd Singapore, Rudy Fang saat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) program Indonesia Mart bersama Ketua Umum Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono dan jajaran pengurusnya di Menara Suara Merdeka, Semarang, Senin (15/10).

Menurut Rudy, dengan pengalaman perusahaannya dalam memfasilitasi ekspor produk Indonesia ke berbagai negara tujuan, diharapkan bisa membantu performa ekspor pelaku usaha di daerah, khususnya di Jateng.

Adapun Semarang dijadikan basis untuk showroom pada tahap awal, di mana Kadin Jateng akan memfasilitasi ruang pamer itu. Ke depan, SBC akan membawa buyer ke Semarang. Upaya jemput bola itu akan dilakukan baik secara offline maupun online melalui berbagai media untuk presentasi produk pilihan.

Tiga Kategori

Untuk produk yang akan dipilih, menurut Rudy, nantinya menjadi tiga kategori, yakni produk yang sudah siap ekspor dan memiliki keunggulan dari banyak aspek mulai kemasan sehingga mudah masuk ke Singapura. Selanjutnya, kelompok produk yang sebenarnya bagus tetapi ada hal-hal yang perlu diperbaiki sehingga diperlukan waktu 3-6 bulan untuk meningkatkan kualitasnya.

Kelompok ketiga, produk yang tidak mungkin diekspor karena ada banyak aspek yang jadi pertimbangan dan dibantu terkait product development sehingga ada bisnis model baru.

Ketua Umum Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono menjelaskan, Kadin sudah siap membantu memfasilitasi produk-produk lokal untuk bisa masuk ke pasar internasional.

Dengan potensi yang ada di 35 kabupaten/kota serta 42 asosiasi usaha yang ada di bawah naungan Kadin, diharapkan bisa mendorong untuk memfasilitasi supaya produk unggulan daerah ini bisa masuk ke pasar ASEAN. ‘’Dari sisi tempat untuk showroom kami sudah siap.

Sebenarnya ada banyak produk Jateng yang sudah go international, tetapi kita akan optimalkan dengan bantuan SBC Singapore bersama dengan pengurus Kadin,’’ imbuhnya.

Categories: Kabar Kadin

Leave A Reply

Your email address will not be published.