Semarang – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro mengikuti kegiatan jalan santai bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka peringatan Hari Buruh di Kabupaten Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (02/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, serta Bupati Kabupaten Semarang sebagai simbol sinergitas antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menjaga iklim investasi yang kondusif.
Dalam kesempatan itu, Harry menegaskan komitmen Kadin Jawa Tengah dalam mendorong kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pekerja bukan sekadar sumber daya, melainkan mitra strategis pengusaha dalam membangun perekonomian daerah.
“Pekerja adalah mitra pengusaha untuk membangun dan bergerak bersama. Jawa Tengah bisa bergerak maju seperti sekarang karena peran pekerja yang terus konsisten menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah,” ujar Harry.
Harry juga memberikan catatan penting mengenai tantangan masa depan. Beliau menekankan perlunya peningkatan keterampilan (upskilling) bagi para pekerja agar mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi global, termasuk adopsi teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI) guna mendukung produktivitas.
“Dunia kerja terus berubah dengan adanya AI dan teknologi digital lainnya. Kita harus memastikan tidak ada pekerja yang ditinggalkan atau tertinggal. Peningkatan kompetensi adalah kunci agar produktivitas kaum pekerja kita tetap relevan dan berdaya saing tinggi,” terang Harry.
Lebih lanjut, Harry menyampaikan bahwa Jawa Tengah kini telah bertransformasi menjadi “rumah” bagi para pekerja kompeten. Kualitas tenaga kerja di Jateng telah diakui secara luas oleh pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri. Baginya, setiap profesi memiliki nilai yang sama pentingnya dalam ekosistem ekonomi.
“Semua pekerjaan itu terhormat dan harus dihormati. Antara pengusaha dan pekerja itu saling membutuhkan dan harus saling melengkapi. Inilah filosofi yang kami pegang untuk memastikan Jawa Tengah tetap menjadi primadona investasi dengan tenaga kerja yang mumpuni,” pungkasnya.
Pertemuan lintas sektor di momen Hari Buruh ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara pemangku kepentingan (stakeholder) demi menciptakan keadilan ekonomi dan pertumbuhan yang inklusif di seluruh wilayah Jawa Tengah.


