Semarang – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah melakukan penilaian kinerja terhadap Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah. Penilaian ini dipimpin langsung oleh Tim Penilai Kadin Jateng yang terdiri dari Ir. Ferry Firmawan, PhD (Ketua), Indri Septa Respati (Wakil Ketua), dan Bayu Nugroho Putra Sandewa (Anggota).
Sebagai bagian dari proses evaluasi, Ferry Firmawan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk mengecek kualitas pelayanan publik yang diberikan secara riil kepada para pelaku usaha. Setelah melihat langsung alur pelayanan, Ferry menilai kualitas kerja DPMPTSP sudah masuk dalam kategori sangat baik, meski tetap memiliki beberapa ruang untuk akselerasi dan perbaikan.
“Kualitas pelayanan yang kami lihat di lapangan sudah sangat baik dan responsif. Namun, sebagai mitra, kami melihat tetap ada ruang untuk perbaikan (room for improvement) agar sistem perizinan kita ke depan bisa jauh lebih cepat dan efisien,” ujar Ferry.

Kehadiran Tim Penilai Kadin Jateng disambut langsung oleh Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Ir. Sakina Rosellasari. Sakina menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan standar pelayanan terbaik, mengingat DPMPTSP memegang peran krusial sebagai pintu gerbang utama masuknya arus modal di Jawa Tengah.
“Kami sangat mengapresiasi penilaian dari Kadin. DPMPTSP ini adalah wajah dari Jawa Tengah dalam hal perizinan usaha. Oleh karena itu, pelayanan terbaik akan terus kami tingkatkan demi mendorong pertumbuhan investasi yang lebih masif,” terang Sakina.
Hubungan kerja antara kedua lembaga ini mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat. Selama ini, komunikasi dan koordinasi antara Kadin Jateng dan DPMPTSP terus terjalin dengan sangat baik dan saling mengisi, menempatkan kedua belah pihak sebagai mitra strategis dalam membangun iklim usaha yang kondusif.
Melalui evaluasi berkala ini, Kadin Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan birokrasi dan kemudahan berusaha (ease of doing business) di daerah. Sinergi yang solid antara regulator dan dunia usaha diharapkan mampu menjaga daya saing Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan investasi utama di tingkat nasional.
“Kolaborasi seperti inilah yang kita butuhkan untuk menyongsong perekonomian daerah yang tangguh. Dengan koordinasi yang erat dan saling mengisi, kita optimis hambatan investasi di Jawa Tengah dapat terus ditekan ke titik terendah,” pungkas Ferry.


