Semarang – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Tengah melalui Edu Kadin resmi menutup Program Persiapan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Sistem Ganda (Duale Ausbildung) ke Jerman Angkatan V Tahun 2026. Acara penutupan yang berlangsung khidmat di Hotel Grand Candi Semarang, Selasa (26/05/2026), menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembekalan intensif sebelum para peserta bertolak untuk melanjutkan program vokasi dan karir di Eropa.
Ketua Umum Kadin Provinsi Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, dalam pengarahannya memberikan apresiasi tinggi sekaligus menekankan pentingnya menjaga disiplin, etos kerja tinggi, dan nama baik Indonesia selama menjalani pendidikan dan pelatihan di Jerman.
“Program Ausbildung ini bukan hanya tentang belajar dan bekerja di luar negeri, tetapi juga tentang membangun karakter, profesionalisme, dan membawa nama baik bangsa di tingkat internasional,” ujar Harry.
Harry mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan emas ini sebagai langkah awal dalam meningkatkan kompetensi diri. Kadin berkomitmen agar program ini menjadi jembatan nyata bagi generasi muda daerah untuk naik kelas dan memiliki daya saing yang sejajar di kancah global.
“Jadikan momentum ini untuk menyerap ilmu, teknologi, dan budaya kerja modern. Target kita jelas, sekembalinya ke tanah air kelak, rekan-rekan akan menjadi tenaga ahli yang mampu menggerakkan industri lokal menuju standardisasi global,” tegas Harry.
Program Duale Ausbildung yang diselenggarakan secara berkelanjutan oleh Edu Kadin Jawa Tengah merupakan salah satu inisiatif strategis dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia. Melalui sistem pendidikan berbasis industri internasional yang memadukan teori dan praktik langsung di perusahaan Jerman, program ini dinilai efektif dalam memangkas kesenjangan keahlian (skill gap) yang sering dihadapi dunia usaha.
Keberhasilan pelepasan angkatan kelima ini sekaligus mempertegas peran aktif Kadin dalam mencetak SDM unggul yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja global, serta memperluas jejaring profesional internasional dari daerah.
“Inilah esensi kolaborasi kita untuk masa depan. Kita tidak hanya fokus mengembangkan ekonomi dari sisi modal, tetapi juga dari penguatan kualitas manusianya. Selamat berjuang, bawa kebanggaan bagi Jawa Tengah dan Indonesia di panggung dunia,” pungkas Harry.


