Jakarta – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, memimpin jajaran pengurus melakukan audiensi dengan Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Pertemuan yang difokuskan pada penguatan kerja sama antara Kemendag dan Central Java Trade & Export Centre (CJTEC) Kadin Jateng guna mengakselerasi program “UMKM BISA EKSPOR”.
Harry menegaskan langkah konkret untuk memposisikan Jawa Tengah sebagai basis UMKM berorientasi ekspor. Kadin Jateng berkomitmen menjadikan pelaku usaha lokal sebagai katalisator utama penggerak ekspor nasional melalui pendampingan yang terstruktur.
“Sinergi dan kolaborasi strategis diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Tengah. Kita ingin UMKM kita tidak hanya jago kandang, tetapi menjadi mesin penggerak ekspor Indonesia melalui program bersama UMKM BISA EKSPOR,” ujar Harry.
Dalam pertemuan tersebut, Koordinator CJTEC, Syanaz Nadia W. P., memaparkan bahwa CJTEC diproyeksikan menjadi percontohan nasional. Program ini rencananya akan menyasar berbagai wilayah mulai dari Semarang, Sragen, Blora, hingga menjangkau Tapanuli Selatan. Selain itu, CJTEC diharapkan mampu mengambil alih peran FTA Center di Jawa Tengah yang saat ini sudah tidak beroperasi.
“Kami ingin CJTEC memainkan peran vital sebagai pusat informasi dan edukasi perjanjian perdagangan internasional (FTA) bagi pelaku usaha. CJTEC hadir sebagai ‘rumah bersama’ yang menghubungkan UMKM dengan peluang ekspor di berbagai belahan dunia,” terang Syanaz.
Syanaz menjelaskan bahwa tantangan utama UMKM saat ini adalah hambatan budaya, bahasa, hingga pemahaman karakteristik pasar global. Oleh karena itu, CJTEC berfungsi sebagai rumah kurasi produk untuk memastikan kualitas dan standar produk lokal sesuai dengan kebutuhan pasar tujuan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut positif inisiatif Kadin Jateng. Ia menegaskan bahwa Kemendag siap menjadikan CJTEC sebagai agregator resmi kementerian untuk memperpendek jarak antara produsen lokal dengan pasar internasional. Sebagai bentuk dukungan nyata, Mendag mengundang CJTEC untuk berpartisipasi aktif dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan digelar pada Oktober mendatang.
“Fungsi agregator seperti CJTEC ini sangat krusial. Kami berharap CJTEC dapat ikut serta dalam TEI bulan Oktober nanti untuk menunjukkan potensi unggulan Jawa Tengah kepada dunia,” kata Mendag Budi Santoso.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun ekosistem ekspor yang inklusif. Dengan adanya pendampingan dan kurasi yang ketat dari CJTEC, Kadin Jawa Tengah optimis hambatan teknis yang selama ini dihadapi UMKM dapat teratasi, sehingga produk daerah mampu bersaing di pasar global secara berkelanjutan.
“Inilah wujud kolaborasi Indonesia Incorporated. Kita fokus mengembangkan ekonomi daerah melalui UMKM agar mampu menembus pasar internasional dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” pungkas Harry.


