Solo – Penetapan Solo sebagai wellness city yang diperkuat dengan hadirnya fasilitas kesehatan kelas dunia, seperti Rumah Sakit (RS) KEI berstandar internasional, menjadi momentum krusial bagi transformasi ekonomi kesehatan di Jawa Tengah. Langkah strategis ini dinilai mampu menempatkan Solo sebagai pemain utama dalam industri wellness tourism di kancah global.
Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, mengungkapkan bahwa sektor ekonomi wellness dunia tengah mengalami pertumbuhan pesat sebesar 7,44% per tahun. Industri yang diproyeksikan akan mencapai nilai fantastis sebesar USD 9,68 triliun pada tahun 2029.
“Potensi pasarnya sangat masif. Solo dengan identitas barunya sebagai wellness city tidak hanya menawarkan layanan medis berkualitas melalui RS KEI (Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia), tetapi juga menjual gaya hidup sehat yang terintegrasi. Ini adalah peluang emas bagi kita untuk menarik devisa dari wisata kesehatan,” ujar Harry.
Harry menekankan bahwa kehadiran ekosistem ekonomi kesehatan akan menciptakan multiplier effect yang sangat nyata bagi pelaku usaha di daerah, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kadin berkomitmen memastikan bahwa pertumbuhan industri dapat dinikmati semua kalangan pelaku usaha.
“Kita bicara tentang ekonomi inklusif. Industri herbal dan jamu khas Solo, sektor farmasi, hingga akomodasi dan kuliner berbasis kesehatan akan ikut terangkat. Sehingga menjadi rantai pasok yang lengkap di mana UMKM daerah harus menjadi aktor utamanya,” tegas Harry.
Dijelaskan lebih lanjut, kolaborasi antara layanan kesehatan modern dengan kearifan lokal seperti pengobatan herbal dan tradisi kebugaran Jawa menjadi daya tarik unik yang sulit ditemukan di negara lain. Sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.
“Fokus Kadin adalah menjadi jembatan agar produk UMKM herbal kita bisa tersertifikasi dan sudah siap masuk ke dalam ekosistem wellness internasional. Dengan kolaborasi yang solid, kita optimis ekonomi daerah akan tumbuh lebih tangguh dan berdaya saing global,” tambahnya.
Penetapan Solo sebagai pusat kebugaran juga diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Tengah dalam peta investasi dunia, sekaligus menjadi model percontohan bagi pengembangan kota-kota berbasis ekonomi kesehatan di Indonesia.
“Inilah wujud nyata dari semangat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi daerah. Kita manfaatkan momentum ini untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih sehat dan sejahtera bagi masyarakat,” pungkas Harry.


