Yogyakarta – Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kadin Jawa Tengah, Bernardus Arwin, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kadin DIY di Yogyakarta, Rabu (29/04/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin DIY, Robby Kusumaharta, beserta jajaran pengurus sebagai upaya nyata memperkuat konektivitas ekonomi lintas daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Arwin menegaskan bahwa sinergi antara Kadin Jateng dan DIY merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan visi pemberdayaan ekonomi, terutama dalam memfasilitasi pelaku usaha menuju pasar internasional. Salah satu poin utama yang dibahas adalah rencana optimalisasi kembali ruang strategis di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Ahmad Yani Semarang sebagai showcase produk unggulan.
“Kita ingin bandara tidak hanya menjadi tempat transit, tapi menjadi jendela bagi produk-produk terbaik daerah. Dengan menjadikan ruang strategis bandara sebagai showcase, kita dapat meningkatkan eksposur pasar internasional sekaligus mengakselerasi ekspor,” ujar Arwin.
Selain penguatan infrastruktur pemasaran, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung kenaikan kelas sektor industri. Kadin Jateng dan DIY sepakat bahwa pemenuhan tenaga ahli, termasuk penyediaan penerjemah bahasa Mandarin, menjadi krusial dalam merespons dinamika investasi global yang masuk ke wilayah tersebut.
“Teknologi dan investasi terus masuk, maka SDM kita harus siap. Kita fokus pada peningkatan kompetensi agar sektor industri kita benar-benar bisa naik kelas dan kompetitif secara global,” tambah Arwin.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin DIY, Robby Kusumaharta, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa fokus utama kerja sama ke depan juga akan diarahkan pada penguatan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) sebagai ekosistem pariwisata dan industri kreatif yang terintegrasi.
“Sinergi ini bertujuan untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan atau length of stay. Kita ingin menciptakan multiplier effect ekonomi yang signifikan, di mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Jawa Tengah maupun DIY,” jelas Robby.
Sebagai tindak lanjut nyata, kedua belah pihak berkomitmen membentuk joint team untuk mengintegrasikan potensi kompetensi unggul masing-masing daerah secara terstruktur. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan memperluas jejaring dalam ekosistem ekonomi yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antar daerah adalah fondasi penting bagi penguatan ekonomi nasional. Inilah esensi dari semangat maju bersama untuk membangun ketangguhan ekonomi daerah menuju Indonesia yang lebih maju,” pungkas Robby.



